Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

WFA Sulit Diterapkan Penuh pada Industri Manufaktur, Pengusaha Muda Blitar Ini Ungkap Alasannya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Kamis, 21 Mei 2026 | 13:17 WIB
Sulit Diterapkan Penuh di Industri Manufaktur
Sulit Diterapkan Penuh di Industri Manufaktur
BLITAR KAWENTAR - Tren WFA atau bekerja dari mana saja dinilai belum sepenuhnya cocok diterapkan di sektor manufaktur dan industri keselamatan transportasi.

Sebab, sebagian besar pekerjaan tetap membutuhkan kehadiran langsung di lapangan maupun area produksi.

Baca Juga: Kebijakan ASN WFA, BKPSDM Kota Blitar: Bukan Bisa Kerja Seenaknya, tapi Tetap Wajib Disiplin

Menurut Direktur PT Wantech Indonesia, Isdianto Setiawan, perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, pengembangan, serta produksi peralatan keselamatan jalan dan sistem perlintasan kereta api memiliki banyak tahapan kerja.

”Prosesnya banyak. Produksi, perakitan, pengujian, sampai monitoring langsung di lapangan. Jadi tidak bisa dikerjakan jarak jauh,” ujar Wawan, sapaan akrabnya.

Baca Juga: Lulusan SMA Wajib Catat! Ini 7 Sekolah Kedinasan Tanpa Syarat Tinggi Badan dan Boleh Berkacamata yang Tawarkan Kuota Terbesar Tahun Ini

Sebagian besar pekerjaan teknis di sektor manufaktur membutuhkan koordinasi langsung antartim agar kualitas produk dan kecepatan penanganan masalah tetap terjaga. 

Mulai proses produksi, quality control, instalasi, hingga pengawasan proyek dinilai tidak efektif jika dilakukan dengan sistem WFA.

Baca Juga: Nissan Grand Livina L11 Bekas Masih Layak Dibeli? Wagon Rasa MPV Ini Ternyata Nyaman dan Harga Second Mulai Rp80 Jutaan

Meski demikian, PT Wantech tetap membuka fleksibilitas kerja untuk sejumlah divisi tertentu yang berbasis administrasi maupun digital. 

Sistem kerja hybrid dinilai lebih realistis diterapkan dibanding full WFA.

Baca Juga: Pengabdian Masyarakat Poltekkes Malang Kampus 3 Blitar Bentuk Kelompok Keluarga Peduli Diabetes

”Pekerjaan seperti administrasi, desain, koordinasi atau meeting tetap bisa lebih fleksibel sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Menurut Isdianto, model kerja paling ideal bagi perusahaan saat ini adalah kombinasi antara kedisiplinan kerja langsung di lokasi dengan fleksibilitas pada pekerjaan administratif.

Baca Juga: Pengabdian Masyarakat Poltekkes Malang Kampus 3 Blitar Bentuk Kelompok Keluarga Peduli Diabetes

Sebab, industri keselamatan transportasi membutuhkan respons cepat, pengawasan ketat, serta inovasi produk yang tidak bisa sepenuhnya digantikan sistem daring. (jar/c1/sub)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#Sektor Manufaktur #Tren WFA #Kerja Hybrid #Manajemen Karyawan #keselamatan transportasi