Sebab, sebagian besar pekerjaan tetap membutuhkan kehadiran langsung di lapangan maupun area produksi.
Baca Juga: Kebijakan ASN WFA, BKPSDM Kota Blitar: Bukan Bisa Kerja Seenaknya, tapi Tetap Wajib Disiplin
Menurut Direktur PT Wantech Indonesia, Isdianto Setiawan, perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, pengembangan, serta produksi peralatan keselamatan jalan dan sistem perlintasan kereta api memiliki banyak tahapan kerja.
”Prosesnya banyak. Produksi, perakitan, pengujian, sampai monitoring langsung di lapangan. Jadi tidak bisa dikerjakan jarak jauh,” ujar Wawan, sapaan akrabnya.
Sebagian besar pekerjaan teknis di sektor manufaktur membutuhkan koordinasi langsung antartim agar kualitas produk dan kecepatan penanganan masalah tetap terjaga.
Mulai proses produksi, quality control, instalasi, hingga pengawasan proyek dinilai tidak efektif jika dilakukan dengan sistem WFA.
Meski demikian, PT Wantech tetap membuka fleksibilitas kerja untuk sejumlah divisi tertentu yang berbasis administrasi maupun digital.
Sistem kerja hybrid dinilai lebih realistis diterapkan dibanding full WFA.
Baca Juga: Pengabdian Masyarakat Poltekkes Malang Kampus 3 Blitar Bentuk Kelompok Keluarga Peduli Diabetes
”Pekerjaan seperti administrasi, desain, koordinasi atau meeting tetap bisa lebih fleksibel sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Menurut Isdianto, model kerja paling ideal bagi perusahaan saat ini adalah kombinasi antara kedisiplinan kerja langsung di lokasi dengan fleksibilitas pada pekerjaan administratif.
Baca Juga: Pengabdian Masyarakat Poltekkes Malang Kampus 3 Blitar Bentuk Kelompok Keluarga Peduli Diabetes
Sebab, industri keselamatan transportasi membutuhkan respons cepat, pengawasan ketat, serta inovasi produk yang tidak bisa sepenuhnya digantikan sistem daring. (jar/c1/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda