Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kuliner Burger Handmade ala Anak Muda Jadi Tren Baru di Kota Blitar

M. Subchan Abdullah • Kamis, 21 Mei 2026 | 14:12 WIB
Burger Handmade Mulai Geser Tren Kopi di Blitar
Dari Kopi ke Burger, Anak Muda Blitar Baca Selera Pasar
Burger Handmade Mulai Geser Tren Kopi di Blitar Dari Kopi ke Burger, Anak Muda Blitar Baca Selera Pasar

BLITAR KAWENTAR - Di sudut timur Stadion Supriyadi Kota Blitar, aroma daging panggang mulai lebih dominan dibanding wangi kopi.

Di tengah menjamurnya coffee shop dengan konsep serupa, sebagian pelaku usaha muda di bidang kuliner mulai membaca arah baru pergeseran selera pasar anak muda Blitar.

Baca Juga: ⁠Dianggap Cawe-cawe Masalah Pemilihan Ketua KONI Kota Blitar, Wali Kota Mas Ibin Bantah Keras

Nongkrong ternyata tidak lagi cukup hanya ditemani kopi dan suasana estetik. 

Makanan kini mulai menjadi magnet utama.

Baca Juga: Buru Calon Siswa Pengisi Bangku Sekolah Rakyat di Kota Blitar, Dinsos Lakukan Survei Lapangan lewat PKH

Perubahan tren itu coba ditangkap Rangga Cipta lewat usaha barunya, Cruz Burger Bar. 

Usaha yang baru berjalan sekitar tiga bulan tersebut kini perlahan membangun identitas sebagai tempat makan berbasis burger handmade, bukan sekadar kafe kopi biasa.

Baca Juga: Mobil 50 Jutaan Paling Dicari Tahun Ini, Murah Tapi Masih Nyaman Dipakai Harian dan Cocok untuk Keluarga

Di lokasi barunya, Rangga sengaja mengubah pendekatan bisnis yang sebelumnya lebih fokus pada minuman kopi. 

Kini, menu makanan ditempatkan sebagai daya tarik utama.

Baca Juga: WFA Bisa Kurangi Beban Kerja, Tanggung Jawab Tetap Nomor Satu

“Sekarang konsepnya lebih ke makanan dulu yang ditonjolkan, baru kopi menyesuaikan,” ujarnya.

Bagi Rangga, perubahan itu muncul setelah melihat pola konsumsi pelanggan yang mulai berubah dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Pengamat Sosial Sebut Tren WFA Bisa Lebih Bebas, tapi Rentan Lembur

Menurutnya, tren nongkrong di Blitar kini tidak lagi sekadar mencari tempat nyaman untuk minum kopi, tetapi juga mencari pengalaman makan yang lebih kuat dan personal.

“Kalau dulu orang datang ke coffee shop fokusnya kopi, sekarang banyak yang justru mencari makanan yang bisa jadi alasan utama datang,” tuturnya.

Baca Juga: WFA Sulit Diterapkan Penuh pada Industri Manufaktur, Pengusaha Muda Blitar Ini Ungkap Alasannya

Fenomena itu membuat persaingan usaha kopi semakin ketat. 

Hampir di setiap sudut kota muncul kedai dengan konsep serupa.

Baca Juga: Kebijakan ASN WFA, BKPSDM Kota Blitar: Bukan Bisa Kerja Seenaknya, tapi Tetap Wajib Disiplin

Karena itu, Rangga memilih mencari celah pasar yang berbeda dengan memperkuat sektor makanan. 

Burger dipilih bukan tanpa pertimbangan.

Baca Juga: Lulusan SMA Wajib Catat! Ini 7 Sekolah Kedinasan Tanpa Syarat Tinggi Badan dan Boleh Berkacamata yang Tawarkan Kuota Terbesar Tahun Ini

Selain masih jarang pemain lokal yang fokus serius di menu tersebut, burger juga dinilai fleksibel dan mudah dikembangkan sesuai karakter pasar anak muda.

Namun, Rangga tidak ingin sekadar menjual burger cepat saji biasa.

Baca Juga: Minat Lulusan SMA Melejit! Inilah Daftar 10 Sekolah Kedinasan Terbaik di Indonesia yang Tawarkan Kuliah Gratis dan Jaminan Kerja Jadi ASN

Dia mencoba menghadirkan konsep yang lebih personal lewat sistem custom order.

Konsumen diberi kebebasan menentukan isi burger sesuai selera mereka sendiri.

Baca Juga: Daftar Mobil 50 Jutaan yang Masih Layak Dipakai Tahun Ini, Harga Murah Tapi Cocok untuk Harian

Mulai tambahan keju, jumlah patty daging, saus, hingga topping tertentu bisa dipilih sendiri oleh pelanggan.

“Sekarang orang suka sesuatu yang personal dan bisa disesuaikan,” ujarnya.

Baca Juga: Yamaha E01 Motor Listrik Jadi Incaran Baru, Teknologi Futuristik dan Kenyamanan Berkendara Bikin Tertarik

Konsep handmade juga menjadi kekuatan utama Cruz Burger Bar.

Seluruh roti burger yang digunakan diproduksi sendiri dari dapur rumahnya.

Baca Juga: Yamaha E01 Motor Listrik Makin Populer, Performa Halus dan Desain Modern Jadi Daya Tarik Utama

Proses itu dilakukan untuk menjaga kualitas rasa sekaligus memberi karakter berbeda dibanding produk pabrikan.

Bahkan ke depan, Rangga berencana menghadirkan etalase khusus roti handmade sebagai bagian dari identitas usahanya.

Baca Juga: Yamaha E01 Motor Listrik Jadi Perhatian, Desain Futuristik dan Teknologi Pintar Cocok untuk Mobilitas Modern

“Rencananya nanti ada displai roti sendiri supaya orang tahu kalau semua dibuat sendiri,” katanya.

Di balik konsep sederhana tersebut, Rangga mengaku proses membangun usaha kuliner tidak selalu mudah.

Baca Juga: Pengabdian Masyarakat Poltekkes Malang Kampus 3 Blitar Bentuk Kelompok Keluarga Peduli Diabetes

Apalagi, tren bisnis makanan di Blitar bergerak sangat cepat. 

Banyak tempat viral muncul dalam waktu singkat lalu hilang beberapa bulan kemudian.

Baca Juga: Nissan Grand Livina L11 Bekas Masih Layak Dibeli? Wagon Rasa MPV Ini Ternyata Nyaman dan Harga Second Mulai Rp80 Jutaan

“Untuk tahun ini belum kepikiran buka cabang. Masih fokus menguatkan identitas dan konsep yang ada,” ungkapnya. (*/c1/ady)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#generasi muda Blitar #Tren Bisnis Kuliner #Cruz Burger Bar #Stadion Supriyadi Blitar #kuliner kota blitar