BLITAR KAWENTAR – Operasi pencarian korban hanyut di Sungai Brantas saat flushing bendungan Wlingi Raya resmi dihentikan.
Itu setelah jasad Isnaini warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, kemarin (20/5).
Baca Juga: Polsek Gencar Patroli untuk Tekan Balap Liar
Jasad pencari ikan tersebut ditemukan setelah tiga hari pencarian oleh tim SAR gabungan.
Isnaini ditemukan di bawah Jembatan Kereta Api Nguri, Desa Selokajang, Kecamatan Srengat.
Radius 20 kilomter dari lokasi awal hanyut di area bendungan Wlingi Raya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB setelah tim SAR menerima informasi dari warga mengenai tanda-tanda keberadaan jasad manusia di aliran sungai.
Korban diketahui bernama Isnaini, 50, warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.
“Pukul 09.00 WIB kami menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan keberadaan korban, kemudian tim langsung bergerak menuju lokasi di Kecamatan Sanankulon. Ternyata agak sulit dan menunggu Sungai Brantas area Desa Selokajang, Srengat,” ujar Wahyudi.
Baca Juga: Polsek Gencar Patroli untuk Tekan Balap Liar
Dia melanjutkan, setelah dilakukan penyisiran, tim SAR gabungan akhirnya menemukan tubuh korban sekitar 20 kilometer dari lokasi kejadian awal di kawasan Kelurahan Jegu, Kecamatan Sutojayan.
Korban ditemukan di bawah Jembatan KA Nguri, Desa Selokajang, Kecamatan Srengat dalam kondisi meninggal dunia.
Selanjutnya jenazah korban dievakuasi menuju RSUD Srengat untuk penanganan lebih lanjut.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup.
Usai pencarian dalam radius 10 kilometer dan mengerahkan tim darat dan air yang menelusuri jejak hilangnya pencari ikan tersebut.
Sebelumnya, korban dilaporkan hanyut pada Senin (18/5) sekitar pukul 12.00 WIB saat mencari ikan di Sungai Brantas ketika flushing Bendungan Wlingi-Lodoyo berlangsung.
Baca Juga: Polsek Gencar Patroli untuk Tekan Balap Liar
Menurut Wahyudi, kegiatan flushing membuat banyak ikan bermunculan di aliran sungai sehingga warga berdatangan untuk menangkap ikan.
”Akibat flushing, banyak ikan terdampar dan warga ramai mencari ikan di sungai. Derasnya arus sungai diduga membuat korban terseret dan hilang terbawa aliran Brantas,” ungkapnya.
Dalam insiden tersebut, satu warga lain bernama Badi’ berhasil menyelamatkan diri setelah sempat terseret arus.
Sementara di lokasi berbeda di kawasan Kedung Ketek Jegu, seorang warga bernama Yasmani juga sempat hanyut karena kelelahan namun berhasil diselamatkan warga sekitar.
Selama proses pencarian, tim SAR gabungan melakukan penyisiran darat maupun pencarian menggunakan perahu karet di sepanjang aliran Sungai Brantas.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai Basarnas USS Malang Raya, BPBD Kabupaten Blitar, BPBD Provinsi Jawa Timur, TNI, Polri, PMI, relawan hingga perangkat desa dan masyarakat setempat.
Baca Juga: Polsek Gencar Patroli untuk Tekan Balap Liar
”Kami mengimbau masyarakat agar tidak nekat turun ke aliran Sungai Brantas saat kegiatan flushing berlangsung karena debit air dan arus sungai sangat berbahaya,” pungkasnya.(jar/sub)
Editor : Oksania Difa Ilmada