Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pemkot Blitar Antisipasi Biaya Angkut Sampah Membengkak, Ini Yang Dilakukan

M. Luki Azhari • Jumat, 22 Mei 2026 | 13:12 WIB
Antisipasi Biaya Angkut Sampah Membengkak (ilustrasi by gemini ai)
Antisipasi Biaya Angkut Sampah Membengkak (ilustrasi by gemini ai)

BLITAR KAWENTAR - Rencana pembangunan tempat pemrosesan akhir (TPA) regional Blitar Raya kini menapaki fase intensif.

Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mulai memasang rambu-rambu terkait penentuan lokasi fasilitas tersebut.

Baca Juga: Pencari Ikan Hanyut di Sungai Brantas Ditemukan Warga 20 Km dari Lokasi Tenggelam

Sikap ini diambil guna mengantisipasi potensi lonjakan biaya operasional pengangkutan sampah jika lokasi yang dipilih terlalu jauh dari pusat kota.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kota Blitar, Widodo Saptono Johannes, menyatakan bahwa terus memantau proses kajian yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Bakorwil III Malang.

Baca Juga: Pencari Ikan Hanyut di Sungai Brantas Ditemukan Warga 20 Km dari Lokasi Tenggelam

Meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar telah menyodorkan sejumlah opsi lahan di wilayah selatan yang berdekatan dengan jalur lintas selatan (JLS), Pemkot Blitar berharap ada pertimbangan matang mengenai aksesibilitas.

"Harapan kami tentu lokasi yang paling dekat. Namun untuk titik pastinya belum ya. Tapi, secara teknis, kami memilih lokasi yang biaya operasionalnya tidak terlalu tinggi,” ujar Widodo.

Baca Juga: Polsek Gencar Patroli untuk Tekan Balap Liar

Persoalan sampah, menurutnya adalah tanggung jawab kolektif, karena aktivitas masyarakat kota dan kabupaten secara geografis tidak bisa dipisahkan.

Saat ini, tim ahli dari Universitas Brawijaya sedang melakukan kajian teknis di lima kandidat lokasi, yakni Desa Kaulon di Kecamatan Sutojayan, wilayah Panggungrejo, Desa Suruhwadang di Kecamatan Kademangan, Desa Ngadipuro di Wonotirto, serta Desa Tulungrejo di Kecamatan Wates.

Baca Juga: Industri Otomotif 2026 Makin Panas, Insentif Mobil Listrik Dihapus dan Mobil Nasional Disiapkan Pemerintah

Kekhawatiran Pemkot Blitar terhadap efisiensi TPA regional ini bukan tanpa alasan.

Berdasarkan data dinas lingkungan hidup (DLH), produksi sampah di Kota Blitar saat ini mencapai volume 68 ton per hari. 

Baca Juga: Pencari Ikan Hanyut di Sungai Brantas Ditemukan Warga 20 Km dari Lokasi Tenggelam

Sementara itu, kondisi TPA Ngegong sebagai penampungan tunggal sudah dalam posisi kritis dan diprediksi akan penuh total (overload) dalam dua tahun ke depan jika tidak segera ada langkah reduksi yang signifikan.

Sebagai langkah darurat di internal, pemkot tetap mengupayakan perluasan lahan TPA Ngegong serta mematangkan kajian mesin insinerator senilai Rp 5,6 miliar.

Baca Juga: Tiga Jemaah Haji Lansia asal Blitar Sempat Alami Kelelahan, Kemenhaj: Alhamdulillah Mereka Sudah Pulih, Lanjut Terbang ke Tanah Suci

Namun, keterbatasan lahan di wilayah kota membuat ketergantungan pada kehadiran TPA regional tetap tinggi.

Sementara itu, Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah lintas daerah merupakan isu strategis yang harus diselesaikan melalui pendekatan regional.

Baca Juga: Industri Otomotif 2026 Makin Panas, Insentif Mobil Listrik Dihapus dan Mobil Nasional Disiapkan Pemerintah

Langkah ini sejalan dengan mandat Perda Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2022 tentang pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Memang masih butuh kajian mendalam terkait kelembagaan, ketersediaan lahan, hingga dampak sosial di masyarakat. Kami menggandeng Universitas Brawijaya untuk menentukan letak yang paling strategis dan sama-sama menguntungkan bagi kota maupun kabupaten,” terang Asep.

Baca Juga: Pencari Ikan Hanyut di Sungai Brantas Ditemukan Warga 20 Km dari Lokasi Tenggelam

Melalui kajian yang tengah berjalan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur nantinya akan bertindak sebagai pelaksana pembangunan infrastruktur, sementara penyediaan lahan menjadi porsi tanggung jawab pemerintah daerah setempat.

Hingga kini, koordinasi antarwilayah terus diperkuat untuk memastikan solusi hilir sampah di Blitar Raya tidak menemui jalan buntu. (mg1/c1/ady)

Editor : Oksania Difa Ilmada
#TPA blitar Raya #bapperinda #TPA Blitar #Pemkot Blitar