BLITAR KAWENTAR – Warga Dusun Buneng, Desa Boro, Kecamatan Selorejo digegerkan dengan penemuan jasad seorang laki-laki yang tewas gantung diri di tengah rumpun bambu, pada Rabu (20/5) sore.
Diduga pria tersebut nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri karena masalah asmara.
Baca Juga: Sapi Raksasa Milik Warga Talun Blitar Dipinang Presiden Prabowo Subianto, Begini Penampakannya
Kasi Humas Polres Blitar, Syaiful Muheni, mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 17.30 WIB, setelah petugas Polsek Selorejo menerima laporan dari warga.
Korban diketahui berinisial S, warga asal Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
“Menurut keterangan keluarga, korban diduga memiliki masalah asmara. Namun tidak diketahui secara lengkap,” ujar Muheni.
Dia melanjutkan,dari informasi keluarga, S diduga mengalami persoalan asmara yang menjadi salah satu pemicu korban mengakhiri hidupnya.
Baca Juga: Pemkot Blitar Ancang-ancang Terapkan Sistem Parkir Elektronik
Namun dia juga jarang menceritakan masalah hidupnya, sehingga tidak bisa dicegah tindakan nekat tersebut.
Setelah menerima laporan, tim SPKT bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Blitar langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Baca Juga: Sapi Raksasa Milik Warga Talun Blitar Dipinang Presiden Prabowo Subianto, Begini Penampakannya
Dari hasil pemeriksaan medis dan identifikasi sementara, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.
”Petugas mendapat laporan adanya warga ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di tengah rumpun bambu. Polisi langsung menuju lokasi kejadian untuk memastikan kebenarannya,” ungkapnya.
Baca Juga: Pemkot Blitar Antisipasi Biaya Angkut Sampah Membengkak, Ini Yang Dilakukan
Muheni menyebut, hasil pemeriksaan tim Inafis dan medis tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga kuat meninggal akibat gantung diri.
Sebab, ditemukan saat menggantung di tengah rumpun bambu.
Polisi juga memperoleh keterangan bahwa selama ini laki-laki 50 tahun itu tinggal menumpang di rumah salah satu warga di Dusun Buneng karena sudah tidak memiliki rumah pribadi setelah rumahnya dijual.
Pihak keluarga disebut telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki proses hukum lebih lanjut atas kematian korban.
”Korban selama ini tinggal menumpang di rumah warga,” jelasnya.(jar/sub)
Editor : Oksania Difa Ilmada