BLITAR KAWENTAR – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Blitar mulai memetakan kekuatan atlet menjelang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur 2026. Seleksi ketat bakal diterapkan karena keterbatasan anggaran daerah.
Kepala Dispora Kabupaten Blitar, Anindya Putra Robertus, mengatakan tidak bisa memberangkatkan seluruh cabang olahraga (cabor) ke ajang popda tahun depan. Sebab, anggaran daerah sangat terbatas sehingga perlu memetakan cabor yang benar-benar berpotensi membawa medali.
Untuk melakukan pemetaan tersebut, dispora telah mengumpulkan perwakilan dari 30 cabor guna melihat kesiapan atlet serta peluang prestasi masing-masing cabor. Rekam jejak prestasi atlet menjadi salah satu indikator utama dalam menentukan siapa yang layak diberangkatkan ke popda.
“Kami melihat prestasi yang pernah diraih masing-masing atlet lewat cabornya. Dari situ nanti dipetakan mana yang siap diberangkatkan dan mana yang belum,” katanya.
Dia melanjutkan, sejumlah cabang olahraga dipastikan tidak akan diikutkan karena belum memiliki kepengurusan maupun atlet aktif di cabor tersebut. Seperti, ski air atau dayung, tentunya tidak akan diberangkatkan.
Setelah proses seleksi selesai, para atlet yang lolos nantinya akan menjalani pemantauan intensif melalui program mirip pusat latihan kabupaten (puslatkab). Program tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik maupun performa atlet sebelum diterjunkan di Popda Jawa Timur yang akan digelar di Ngawi.
“Atlet yang terpilih nanti akan terus dipantau dan dimonitor lewat puslatkab,” jelasnya.
Selain persoalan anggaran, dispora juga menghadapi kendala lain dalam persiapan popda. Banyak atlet potensial asal Kabupaten Blitar justru bersekolah di Kota Blitar sehingga tidak bisa memperkuat daerah asalnya. Sebab, dalam regulasi popda, atlet yang bertanding mengikuti asal sekolah, bukan domisili asal atlet.
Meski demikian, dispora berharap pemetaan atlet yang dilakukan lebih awal bisa membuat penggunaan anggaran lebih efektif sekaligus meningkatkan peluang Kabupaten Blitar meraih medali di Popda 2026.
”Popda itu berdasarkan asal sekolah, bukan asal atlet. Sementara banyak atlet Kabupaten Blitar sekolah di Kota Blitar,” pungkasnya.(jar/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah