Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jumlah Petugas Pemeriksa Hewan Kurban Turun, Disnakkan Kabupaten Blitar: Kami Optimalkan yang Ada

Fajar Rahmad Ali Wardana • Minggu, 24 Mei 2026 | 20:33 WIB
FAJAR RAHMAD AW/RADAR BLITAR
ASUH: Petugas kesehatan hewan memeriksa calon sapi kurban beberapa waktu lalu.
FAJAR RAHMAD AW/RADAR BLITAR ASUH: Petugas kesehatan hewan memeriksa calon sapi kurban beberapa waktu lalu.

 

BLITAR KAWENTAR – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar menerjunkan 160 petugas pemantau kesehatan hewan kurban sepekan menjelang Iduladha. Ratusan petugas tersebut akan disebar di seluruh desa dan kelurahan untuk memastikan hewan kurban sehat serta aman dikonsumsi masyarakat.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Kabupaten Blitar, Lusia Aditya, mengatakan petugas akan bertugas melakukan pemeriksaan di lokasi penjualan hewan kurban hingga tempat pemotongan.

”Kami menyiapkan sebanyak 160 petugas pemantau hewan kurban dari unsur dokter hewan dan paramedik veteriner. Para petugas akan ditempatkan di seluruh wilayah Kabupaten Blitar termasuk Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Wlingi, Srengat dan Kademangan,” ujar Lusi, sapaan akrabnya.

Baca Juga: Empat Atlet MMA Kota Blitar Masuk Puslatda IBCA Jatim, Siap Bidik Medali di PON Bela Diri 2026

Disnakkan bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Timur, relawan veteriner hingga akademisi. Meski jumlah petugas tahun ini menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 200 orang, pihaknya memastikan pengawasan kesehatan hewan kurban tetap berjalan optimal.

Lusia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan melalui dua tahapan. Pertama pemeriksaan antemortem atau sebelum hewan disembelih, yang dilakukan di lokasi penjualan maupun kandang penampungan hewan kurban.

Kemudian pemeriksaan postmortem dilakukan setelah hewan dipotong di lokasi penyembelihan seperti masjid maupun tempat pemotongan hewan kurban.

Baca Juga: Bocoran Rahasia Honda Terungkap ! Veda Ega Pratama Disiapkan Jadi Senjata Baru HRC di Moto3 Mugello 2026

“Jumlahnya memang lebih sedikit dibanding sebelumnya karena tahun ini hanya melibatkan unsur medik dan paramedik veteriner. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban sehat dan memenuhi syariat,” jelasnya.

Selain memastikan kesehatan hewan, pengawasan juga dilakukan untuk mengantisipasi penularan penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Daging kurban yang nantinya dibagikan kepada masyarakat juga dipastikan memenuhi standar ASUH, yakni aman, sehat, utuh dan halal.

Sementara untuk lalu lintas pengiriman hewan kurban yang mulai meningkat menjelang Iduladha, disnakkan memfasilitasi penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Sedangkan pengiriman hewan keluar wilayah Kabupaten Blitar wajib dilengkapi sertifikat veteriner sesuai ketentuan yang berlaku setelah melalui pemeriksaan kesehatan hewan.

”Kami mendorong panitia kurban menggunakan kemasan food grade saat pendistribusian daging kurban serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kami mendukung penggunaan kemasan ramah lingkungan,” pungkasnya.(jar/sub)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#iduladha #petugas #hewan kurban #disnakkan kabupaten blitar