Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jumlah Warga Miskin di Kota Blitar Capai 9 Ribu Jiwa Lebih, Apa Langkah Pemkot?

M. Luki Azhari • Senin, 25 Mei 2026 | 12:57 WIB
Warga Miskin Kota Capai 9.690 Jiwa
Kesenjangan SDM Jadi Tantangan
Warga Miskin Kota Capai 9.690 Jiwa Kesenjangan SDM Jadi Tantangan (Gemini AI)

BLITAR KAWENTAR - Capaian indikator makro ekonomi Kota Blitar pada 2025 menunjukkan tren positif pada sektor pengentasan kemiskinan.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kota Blitar kini menyentuh level 6,6 persen atau setara dengan 9.690 jiwa penduduk.

Baca Juga: Yamaha E01 Dipuji Habis-Habisan, Motor Listrik Ini Disebut Senyaman NMAX tapi Tarikannya Lebih Brutal

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kota Blitar, Widodo Saptono Johannes menilai, penurunan ini menjadi bukti efektivitas berbagai intervensi kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah. 

Saat ini, posisi Kota Blitar kian kompetitif karena berada di bawah rata-rata nasional sebesar 8,47 persen dan Jawa Timur sebesar 9,5 persen.

Baca Juga: Disorot DPRD Kota Blitar, RSUD Mardi Waluyo Bakal Kaji Mendalam Rencana Penerapan Parkir Gratis

"Angka tersebut menunjukkan kemiskinan berkurang. Kalau trennya dari 2021 itu sebanyak 11.300-an jiwa, sekarang sudah melandai. Pada 2024 itu 9,86 ribu dan di 2025 sekitar 9.690 jiwa," ujarnya.

Penurunan ini tidak lepas dari strategi yang diterapkan pemerintah daerah.

Baca Juga: Yamaha E01 Bikin Heboh, Motor Listrik Maxi Yamaha Ini Disebut Lebih Nyaman dari NMAX dan Punya Teknologi Masa Depan

Widodo menyebut pemkot berupaya pengurangan beban pengeluaran melalui distribusi Beras Sejahtera Daerah (Rastrada), home care lansia telantar, sekolah gratis, hingga penanganan stunting.

Lalu, peningkatan pendapatan lewat pelatihan usaha, penyediaan angkutan gratis pelajar, hingga fasilitasi bursa kerja.

Baca Juga: Honda Brio Irit BBM hingga 22,6 Km per Liter, Mengapa Mobil Ini Tetap Jadi Raja Penjualan Meski Fiturnya Tertinggal?

Di sisi lain, dukungan finansial untuk pengentasan kemiskinan dipastikan meningkat tajam. 

Berdasarkan data Bapperinda Kota Blitar, alokasi anggaran penanggulangan kemiskinan tahun 2026 diproyeksikan mencapai Rp 210 miliar.

Baca Juga: Yamaha E01 Jadi Sorotan, Riding Impression Motor Listrik Maxi Ini Disebut Mirip NMAX tapi Punya Fitur Canggih dan Fast Charging

Angka ini melonjak signifikan dibanding anggaran tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 117 miliar. 

Tahun ini, porsi anggaran sebesar Rp 114 miliar dialokasikan khusus untuk pengurangan beban pengeluaran masyarakat.

Baca Juga: Serapan Belanja Pemkot Blitar Rendah Disorot DPRD, Wali Kota Mas Ibin Angkat Bicara

“Tentunya langkah ini diambil untuk memperkuat jaring pengaman sosial agar dampak intervensi pemerintah lebih terasa bagi masyarakat rentan, membantu meringankan beban hidup agar bisa lebih berdaya," ungkapnya.

Secara teknis, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan berupa belum tersedianya profil data kemiskinan yang mendetail di lapangan.

Baca Juga: Hipertensi Bisa Berujung Fatal Jika Kalian Jarang Olahrga Rutin hingga Jaga Pola Makan sejak Usia Muda

Selain itu, pemkot juga masih mengupayakan hak akses terhadap Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai amanat Inpres Nomor 4 Tahun 2025

Tantangan sosiologis berupa ketergantungan sebagian masyarakat terhadap bantuan sosial serta kesenjangan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga tetap menjadi fokus perbaikan.

Baca Juga: Pemkot Blitar Mulai Siapkan Langkah Antisipatif Tekan Belanja Pegawai sesuai Ketentuan

Hal ini dinilai berdampak pada rendahnya kesempatan warga untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

"Targetnya, kami berupaya terus kurangi dengan strategi pengurangan beban pengeluaran dan peningkatan pendapatan masyarakat," tandasnya. (mg1/c1/ady)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#bapperinda #Miskin di Kota Blitar #9 Ribu Jiwa Lebih #kemiskinan #badan pusat statistik