Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mata Uang Rupiah Anjlok, Disperindag Kota Blitar Mulai Petakan Komoditas Rentan

M. Subchan Abdullah • Senin, 25 Mei 2026 | 13:06 WIB
Disperindag Petakan Komoditas Rentan 
Imbas Anjloknya Nilai Rupiah
Disperindag Petakan Komoditas Rentan Imbas Anjloknya Nilai Rupiah

BLITAR KAWENTAR - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika ikut menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar.

Meski hingga kini belum terlihat dampak langsung di pasar tradisional, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar mulai memetakan sejumlah komoditas yang dinilai rentan terdampak.

Baca Juga: Jumlah Warga Miskin di Kota Blitar Capai 9 Ribu Jiwa Lebih, Apa Langkah Pemkot?

Kepala Disperindag Kota Blitar, Parminto, mengatakan telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar tradisional dengan menemui pedagang dan memantau perkembangan harga kebutuhan pokok.

“Hasil pemantauan lapangan, sampai saat ini belum terlihat dampak langsung melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika di pasar tradisional Kota Blitar,” ujarnya kepada Koran ini.

Baca Juga: Honda EM1 e: Diuji Buat Harian, Motor Listrik Rp33 Juta Ini Ternyata Punya Kelebihan dan Kekurangan Mengejutkan

Meski demikian, disperindag mulai mengelompokkan potensi dampak pelemahan rupiah dalam dua klaster. 

Klaster pertama yakni komoditas yang terdampak langsung karena bergantung pada bahan impor seperti gandum, kedelai, dan bawang putih.

Baca Juga: Yamaha E01 Ternyata Belum Dijual, Ini 10 Fakta Menarik Motor Listrik Yamaha yang Disebut Calon Standar Baru di Indonesia

Klaster kedua merupakan komoditas yang terdampak tidak langsung akibat rantai pasok dan biaya produksi, seperti daging ayam dan telur yang bergantung pada pakan berbahan impor.

“Karena ini dirasakan hampir seluruh daerah di Indonesia, kami mencoba memetakan potensi dampak ikutannya di Kota Blitar melalui pemantauan pasar secara rutin,” ujarnya.

Baca Juga: Honda Brio Irit BBM dan Tetap Jadi Mobil Terlaris, Ternyata Ini Alasan Banyak Orang Memilihnya Meski Fiturnya Kalah dari Rival

Selain memantau harga, disperindag juga melihat adanya penurunan aktivitas jual beli di pasar tradisional dalam beberapa hari terakhir. 

Kondisi tersebut diduga dipengaruhi melemahnya daya beli masyarakat serta perubahan pola belanja warga.

Baca Juga: Yamaha E01 Jadi Sorotan, Riding Impression Motor Listrik Maxi Ini Disebut Mirip NMAX tapi Punya Fitur Canggih dan Fast Charging

“Memang terlihat geliat belanja di pasar tradisional mulai menurun. Selain daya beli masyarakat yang turun, sekarang banyak warga memilih belanja lewat bakul ethek atau swalayan,” tambahnya.

Untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, Pemkot Blitar berencana menggelar operasi pasar bersama Bulog.

Baca Juga: Yamaha E01 Jadi Sorotan, Riding Impression Motor Listrik Maxi Ini Disebut Mirip NMAX tapi Punya Fitur Canggih dan Fast Charging

“Kami akan melaksanakan operasi pasar dan bekerja sama dengan Bulog, seperti beras SPHP dan MinyaKita,” pungkasnya. (bud/c1/ady)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#nilai tukar rupiah #Rupiah Anjlok #Disperindag #Kota Blitar