Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Layanan Hemodialisis di Rumah Sakit Blitar Bertambah, Kebutuhan Darah Meningkat

M. Subchan Abdullah • Senin, 25 Mei 2026 | 14:24 WIB
PMI KABUPATEN BLITAR UNTUK RADAR BLITAR 
STERIL: Petugas PMI menyiapkan stok darah di laboratorium penyimpanan untuk memenuhi permintaan darah.
PMI KABUPATEN BLITAR UNTUK RADAR BLITAR
STERIL: Petugas PMI menyiapkan stok darah di laboratorium penyimpanan untuk memenuhi permintaan darah.

BLITAR KAWENTAR – Bertambahnya layanan cuci darah atau hemodialisis di sejumlah rumah sakit di Blitar berdampak pada meningkatnya kebutuhan darah.

Meski belum signifikan, kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Palang Merah Indonesia (PMI) setempat dalam menjaga ketersediaan stok darah.

Kepala UDD PMI Kabupaten Blitar, dr Pravita Rinanti, mengatakan perkembangan kebutuhan darah di wilayahnya sejauh ini masih relatif stabil. Namun, dia mencermati adanya tren peningkatan layanan hemodialisis di berbagai rumah sakit.

Baca Juga: Volta Mandala Jadi Motor Listrik Favorit Baru, Desain Retro dan Fitur Modern Bikin Pengguna Kepincut

“Sekarang beberapa rumah sakit di Blitar sudah membuka layanan cuci darah. Dulu hanya rumah sakit tertentu atau harus ke luar daerah, sekarang rumah sakit swasta juga sudah melayani,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Dengan bertambahnya fasilitas tersebut, kebutuhan darah otomatis ikut meningkat. Pasalnya, pasien hemodialisis kerap membutuhkan transfusi darah, khususnya jenis packed red cell (PRC) atau sel darah merah.

“Kebutuhan darah memang bertambah, tapi tidak terlalu signifikan. Yang paling banyak dibutuhkan tetap jenis PRC, biasanya untuk pasien cuci darah dan anemia,” jelasnya.

Baca Juga: Smooth Tempur Facelift Resmi Meluncur, Motor Listrik Rp16,5 Juta Ini Kini Lebih Bertenaga dan Pakai Ban Lebih Gambot

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan, PMI Kabupaten Blitar terus melakukan penyesuaian antara stok dan permintaan darah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengatur intensitas kegiatan donor darah.

“Kalau permintaan naik, kami tingkatkan kegiatan donor darah. Tapi kalau permintaan menurun, kegiatan donor juga kami kurangi,” katanya.

Hal tersebut dilakukan karena darah memiliki masa simpan terbatas sehingga tidak bisa disimpan terlalu lama. Jika stok berlebih dan tidak terpakai, darah berisiko kedaluwarsa dan menjadi mubazir.

Baca Juga: Yamaha Neo Electric 2026 Viral Lagi! Skuter Listrik Ringan Ini Disebut Paling Irit dan Praktis, Tapi Apakah Cukup Kuat untuk Harian di Indonesia?

“Kami harus benar-benar menyesuaikan agar tidak ada darah yang terbuang percuma,” imbuhnya.

Selain itu, PMI Kabupaten Blitar juga menerapkan sistem koordinasi antarwilayah untuk menjaga ketersediaan stok. Jika terjadi kekurangan pada jenis darah tertentu, pihaknya akan berkoordinasi dengan PMI daerah lain, termasuk Kota Blitar.

Baca Juga: Jumlah Warga Miskin di Kota Blitar Capai 9 Ribu Jiwa Lebih, Apa Langkah Pemkot?

“Prinsipnya saling melengkapi. Kalau di sini kosong, kami bisa meminta ke PMI Kota Blitar, begitu juga sebaliknya,” terangnya.

Dengan adanya peningkatan layanan kesehatan seperti hemodialisis, PMI Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat untuk tetap aktif mendonorkan darah secara rutin.

Baca Juga: Yamaha E01 Dipuji Habis-Habisan, Motor Listrik Ini Disebut Senyaman NMAX tapi Tarikannya Lebih Brutal 

“Dukungan masyarakat tetap dibutuhkan, salah satunya dengan ikut mendonor. Perlu diketahui, kegiatan donor darah itu juga menyehatkan. Karena ketika darah berkurang karena donor, tubuh secara alami akan kembali memproduksi darah baru,” pungkasnya.(sub/c1)

Editor : M. Subchan Abdullah
#PMI Kabupaten Blitar #layanan hemodialisis #sel darah merah #rumah sakit #donor darah