RAPI: Petugas KDMP Tingal menata produk pada rak-rak di kios KDMP.
BLITAR KAWENTAR – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Blitar mulai disiapkan menjadi pemasok utama program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 mendatang.
Nantinya, produk UMKM maupun hasil pertanian yang ingin masuk ke program MBG wajib melalui koperasi atau badan usaha milik desa (BUMDes).
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar, Sri Wahyuni mengatakan, skema tersebut merupakan hasil koordinasi pemerintah pusat dalam rapat di Surabaya beberapa waktu lalu.
”Informasi yang kami terima, mulai 2027, MBG harus dipasok oleh Koperasi Merah Putih maupun BUMDes. Sehingga semua bisa saling membantu memajukan usahanya,” ujarnya.
Dia melanjutkan, pelaku UMKM yang ingin memasok bahan atau produk ke program MBG nantinya tidak bisa langsung masuk secara mandiri. Mereka harus lebih dulu menjadi anggota koperasi.
”Kalau pelaku UMKM mau masuk MBG, harus menjadi anggota koperasi dulu,” tegasnya.
Nantinya, koperasi akan menjadi pintu utama distribusi bahan pangan maupun produk lokal yang masuk dalam rantai pasok program MBG. Dengan sistem itu, pemerintah berharap perputaran ekonomi desa tidak hanya dinikmati pihak luar, tetapi benar-benar berpusat di koperasi dan masyarakat desa sendiri.
”Produk pertanian atau UMKM masuk dulu ke koperasi, baru koperasi yang bekerja sama untuk memasok MBG. Langkah ini sudah mulai disiapkan tahun ini. Targetnya tahun depan dijalankan seperti arahan pemerintah pusat,” jelasnya.
Di sisi lain, perkembangan pembangunan gerai KDMP di Bumi Penataran disebut menjadi salah satu yang tercepat secara nasional. Dari total 248 desa dan kelurahan, sebanyak 236 gerai sudah masuk proses pembangunan. Dari jumlah tersebut, 185 gerai di antaranya telah selesai 100 persen.
Meski begitu, masih ada 12 lokasi yang belum bisa dibangun karena terkendala status lahan LSD dan LP2B sehingga perlu dicarikan alternatif lokasi lain. Meskipun diajukan untuk pembangunan KDMP, proses kajiannya membutuhkan waktu lama.
”Saat ini masih ada 51 gerai dalam proses pembangunan dan ditargetkan rampung pada Juni mendatang. Sementara 12 desa lain masih mencari alternatif lahan,” ujarnya.
Baca Juga: 7 Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik 2026, Samsung Galaxy A06 hingga Redmi 14C Jadi Pilihan Paling Aman
Tak hanya pembangunan fisik, diskopum juga mulai fokus memperkuat operasional koperasi. Dari 248 koperasi yang sudah berbadan hukum, saat ini sekitar 85 koperasi telah aktif beroperasi.
Menurut Sri Wahyuni, tantangan terbesar saat ini adalah penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pendampingan usaha. Sebab tidak semua pengurus koperasi memiliki latar belakang bisnis.
”Pendampingan usaha tetap dibutuhkan karena pengurus koperasi tidak semuanya punya latar belakang usaha,” pungkasnya.(jar/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah