BLITAR KAWENTAR - Persiapan matang terus dilakukan jemaah haji asal Kota Blitar yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 106 jelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) hari ini (26/5).
Mengingat suhu ekstrem yang mencapai 45 derajat Celsius, tim kesehatan melakukan visitasi dari kamar ke kamar untuk memastikan kondisi fisik para tamu Allah tersebut tetap prima.
Baca Juga: BRI Gandeng Syailendra Capital Hadirkan Investasi Syariah melalui Super App BRImo
Petugas Haji Daerah (PHD) Kota Blitar, Habib Mustofa, mengabarkan bahwa kondisi 162 jemaah asal Kota Blitar dalam keadaan sehat walafiat.
Fokus utama saat ini adalah menjaga hidrasi dan stamina sebelum memasuki fase krusial Armuzna.
"Alhamdulillah, jemaah kloter 106 sehat semua. Kemarin, kami melakukan kegiatan pemantapan menuju Armuzna dengan cara visitasi langsung ke kamar-kamar jemaah," ujarnya kepada Koran ini kemarin (25/5).
Dalam visitasi tersebut, petugas memberikan edukasi mendalam mengenai pembekalan kesehatan.
Salah satu langkah preventif yang diambil adalah pembagian oralit secara merata.
Langkah ini menjadi krusial, mengingat cuaca panas di Tanah Suci yang sangat menyengat.
"Tadi kami bagikan oralit agar dikonsumsi jemaah saat di Arafah dan Mina nanti. Ini penting untuk menghindari dehidrasi massal di tengah cuaca panas," imbuhnya.
Selain membagikan suplemen, tim kesehatan juga melakukan pendataan detail mengenai keluhan kesehatan.
Baca Juga: Ikhtiar Cerdas Petani Blitar Hadapi Dampak Fenomena El Nino 2026
Habib menjelaskan, jika ditemukan jemaah yang merasa kurang fit, petugas medis akan segera memberikan tindakan medis di bilik hotel sebelum kondisi memberat.
Namun, berdasarkan hasil penyisiran kemarin tidak ditemukan keluhan serius dari para jemaah.
"Selama visitasi, jemaah tidak ada keluhan. Semua terpantau sehat," tegasnya.
Menyikapi suhu luar ruangan yang menyentuh angka 45 derajat Celsius, dia mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh jemaah untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.
Baca Juga: Jumlah Pegawai Terbatas, Pemkot Blitar Usulkan Satu PPPK di Tiap Koperasi Merah Putih
Jemaah diminta untuk lebih banyak berdiam diri di hotel guna menyimpan energi untuk puncak haji yang tinggal menghitung hari.
"Di luar panas sekali. Makanya, kami imbau jemaah untuk stay di hotel saja menjelang Armuzna. Jangan banyak aktivitas di luar yang tidak perlu agar fisiknya tidak drop saat puncak haji nanti," terangnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Blitar telah memetakan 52 calon jemaah yang masuk dalam kategori risiko tinggi (risti).
Para jemaah tersebut memerlukan pengawasan medis secara berkelanjutan karena memiliki riwayat penyakit kronis, mulai dari hipertensi dan stroke hingga gangguan jantung.
Kondisi ini membuat pemantauan kesehatan di Tanah Suci menjadi prioritas utama guna memastikan para jemaah tetap stabil selama menjalankan rangkaian ibadah. (mg1/c1/ady)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda