BLITAR KAWENTAR - Pengawasan kesehatan hewan kurban di Bumi Bung Karno dilakukan secara intensif pada momen Iduladha kali ini.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar mengerahkan sedikitnya 60 petugas untuk menyisir ratusan titik penyembelihan guna memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat benar-benar layak dan sehat.
Kepala DKPP Kota Blitar, Dewi Masitoh, mengungkapkan bahwa pemantauan ini menyasar sekitar 346 titik lokasi kurban yang tersebar di wilayah kota. Penyisiran fokus pada pemeriksaan antemortem (sebelum pemotongan) dan postmortem (setelah pemotongan).
Sesuai prosedur standar operasional (SOP), pemeriksaan fisik ternak idealnya dilakukan minimal 24 jam sebelum proses penyembelihan berlangsung untuk mendeteksi gejala penyakit klinis sejak dini.
"Sore ini (kemarin) petugas sudah mulai bergerak ke lapangan. Fokus kami adalah memastikan semua hewan yang akan dipotong besok sudah melalui tahap pemeriksaan antemortem secara menyeluruh," jelasnya, Rabu (27/5/2026).
Salah satu fokus utama dalam pemantauan tahunan ini adalah deteksi parasit Fasciola hepatica atau cacing hati. Penyakit ini kerap menjadi temuan dominan pada hewan ternak. Meski tidak menularkan penyakit berbahaya secara langsung melalui daging, organ hati yang terinfeksi dipastikan tidak layak konsumsi.
Dewi menegaskan, petugas di lapangan memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan afkir atau pemisahan jika ditemukan organ yang bermasalah.
"Masyarakat atau panitia kurban di kota sebenarnya sudah cukup edukatif. Jika petugas menemukan cacing hati, mereka bersedia organ tersebut diapkir demi keamanan, asalkan daging utamanya masih bisa didistribusikan," tambahnya.
Di samping aspek kesehatan, DKPP juga mencatat adanya surplus ketersediaan hewan kurban di Bumi Bung Karno tahun ini.
Berdasarkan pendataan terakhir, stok yang tersedia mencapai 1.301 ekor sapi dan 2.150 ekor kambing. Jumlah ini tergolong melimpah jika dikomparasikan dengan kebutuhan Idul Adha tahun lalu yang hanya menyerap sekitar 532 sapi dan 1.461 kambing.
“Limpahan stok ini diharapkan bisa memenuhi seluruh permintaan masyarakat di Kota Blitar tanpa adanya kendala pasokan,” tandasnya.(mg1/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah