BLITAR KAWENTAR - Pemuda 23 tahun warga Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar justru harus berpisah kembali dengan keluarganya untuk selamanya. Hanya gara-gara ikut membantu anak-anak bermain balon udara dengan petasan kemarin (27/5).
Ya, I memang baru tiba dari merantau di Kalimantan dan ingin melepas rindu di kampung halaman.
Paman korban, Wasis, mengatakan bahwa korban berinisial I baru pada Selasa siang lalu tiba di rumahnya. Sebab, dia bekerja sebagai petugas mekanik tambang batubara di Kalimantan. Karena musim liburan panjang, dia akhirnya pulang kampung.
Baca Juga: Geger Transfer Paulo Dybala ke Persib Bandung, Bintang Dunia Ini Siap Merapat ke Maung Bandung?
“Korban ini keponakan saya. Tentu saya kaget mendengar kabar ini. Dia adalah seseorang pekerja keras yang bekerja di pertambangan Batubara di Kalimantan. Lalu, pulang justru jadi korban petasan ini,” akunya.
Dia menuturkan, sebelum kejadian sebenarnya korban tertidur karena kelelahan menempuh perjalanan dari Kalimantan. Tiba-tiba pukul 06.00 WIB, kakeknya membangunkan dan menunjukkan beberapa anak yang akan bermain balon udara di sawah. Korban langsung keluar rumah dan menuju ke persawahan.
Awalnya, dia hanya melihat sekelompok anak-anak bermain balon udara yang disertai petasan. Ada beberapa petasan rentengan besar terpasang.
Anak-anak itu membakar petasan. Saat balon udara mulai naik, ternyata ada satu petasan yang tidak meledak.
“Nah, korban ini berniat membantu sekelompok bocah laki-laki itu untuk mengecek kondisi petasan dengan memegangnya. Ternyata tidak sadar, petasan itu tiba-tiba meledak tepat di depannya sehingga membuatnya langsung tak sadarkan diri,” ungkapnya.
Usai kejadian itu, warga yang mengetahui langsung membawa korban ke rumah sakit, untuk dilakukan perawatan medis. Nahas, setelah perawatan intensif oleh tenaga medis, nyawanya tidak tertolong. Korban diketahui terluka pada tangan, dada, dan sebagian wajah.
“Saya memiliki video korban ketika dilakukan perawatan di rumah sakit hingga dinyatakan meninggal dunia. Saya tidak tega melihatnya, kasihan karena baru saja pulang ke rumah untuk berlibur,” pungkasnya.(jar/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah