BLITAR KAWENTAR - Ketidakpastian kepengurusan pasca-Musorkot KONI Kota Blitar kini memicu dampak sistemik terhadap manajemen anggaran olahraga.
Hingga penghujung Mei, dana pembinaan untuk cabang olahraga (cabor) dan pengiriman atlet masih tertahan. Pencairan hibah baru menyentuh pembiayaan operasional dasar kantor yang bersifat mendesak.
Tersendatnya sisa anggaran hibah ini dikhawatirkan mengganggu ritme pembinaan atlet di tingkat akar rumput. Mengingat pengurus lama sudah demisioner dan pengurus baru belum mengantongi legalitas resmi, skema penyaluran dana untuk event dan prestasi masih menjadi tanda tanya besar.
Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar, Heru Eko Pramono, mengungkapkan bahwa realisasi anggaran termin pertama memang sengaja difokuskan untuk menyelamatkan rutinitas organisasi agar tidak mati total.
"Yang kami alokasikan di termin pertama sekitar Rp 300 juta untuk pembayaran rutin seperti bayar listrik, telepon, internet, tagihan air, penggajian tenaga pengamanan, dan untuk kegiatan musorkot kemarin. Totalnya berapa, nanti dulu ya," katanya, Jumat (29/5/2026).
Kondisi ini membuat nasib anggaran pembinaan cabor kini berada di zona abu-abu. Heru menyebut masih menunggu titik terang dinamika kepengurusan baru untuk menentukan mekanisme penyaluran sisa hibah yang lebih besar.
Baca Juga: Rupiah Melemah, Gen Z Jangan Panik, Literasi Keuangan Jadi Kunci untuk Menghadapi
Ada kemungkinan skema penyaluran akan diubah demi keamanan hukum.
"Untuk sisanya nanti untuk pembinaan di cabor, pengiriman atlet, event-event, ya nanti nunggu kepengurusan dulu seperti apa dinamikanya. Apakah langsung ke cabor atau gimana, kami tunggu dulu hasil akhirnya seperti apa," ujarnya.
Meskipun secara administratif terjadi hambatan, dispora berjanji tetap memasang badan agar program latihan para atlet tidak terpukul oleh konflik di tingkat elite. Fokus instansi adalah memastikan tata kelola tetap berjalan di atas koridor aturan yang sah.
"Kami tetap upaya agar semua aktivitas olahraga tetap jalan termasuk pembinaan atlet. Kami tidak mau gara-gara dinamika yang berkembang ini pembinaan atlet terganggu. Posisi kami jelas, taat pada aturan saja," tegasnya.
Diketahui, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar sebelumnya memproyeksikan anggaran Rp 2,8 miliar untuk tahun ini.
Dari total usulan tersebut, porsi terbesar yakni sekitar 70 persen rencananya akan dialokasikan langsung untuk mendukung program pembinaan di berbagai cabang olahraga (cabor).
Baca Juga: Harga Bajaj Qute 2026: Intip Spesifikasi Mobil Mini Super Irit yang Siap Mengaspal di Indonesia
Nilai pengajuan hibah tahun ini memang lebih rendah dibandingkan kucuran dana hibah pada tahun lalu. Jika pada tahun sebelumnya KONI Kota Blitar mendapatkan alokasi sekitar Rp4,25 miliar, kali ini usulan yang masuk menyusut menjadi Rp 2,8 miliar.
Hal ini sempat disampaikan oleh Ketua KONI Kota Blitar Sukardji sebelum masa baktinya habis.(mg1/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah