BLITAR KAWENTAR – Dua remaja yang menjadi korban ledakan petasan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi.
Keduanya mengalami luka bakar dan luka robek akibat serpihan petasan yang meledak.
Baca Juga: Polemik Pascapemilihan Ketua KONI Kota Blitar, Pemkot Masih Tahan Hibah karena Hal Ini
Kemarin (28/5), mereka baru sadarkan diri setelah peristiwa tragis yang menimpa mereka.
Humas RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Ulfa Azizah mengatakan, dua pasien yang masih dirawat masing-masing bernama Arga, 11, dan Dewa, 12.
Baca Juga: Rekam Jejak Ketua KONI Kota Blitar Terpilih Dipertanyakan, Pemkot Mulai Kaji Ulang Penyaluran Hibah
Mereka berdua dirawat sejak Rabu pagi usai adanya laporan peristiwa ledakan balon udara yang disertai petasan.
“Pasien atas nama Arga mengalami luka bakar ringan hingga sedang dengan derajat sekitar 2 persen di beberapa bagian tubuh. Luka bakar ada di area wajah, tangan, dan beberapa luka lecet akibat serpihan petasan,” ujar Ulfa, kemarin (28/5).
Baca Juga: Sensasi Nyruput Es Teler Proklamator Dekat Makam Bung Karno Blitar, Pengen DO Disini
Dia menjelaskan, saat pertama kali masuk rumah sakit, kondisi Arga cukup mengkhawatirkan karena mengalami nyeri di sejumlah bagian tubuh yang terkena ledakan.
Namun saat ini kondisi korban disebut mulai membaik usai dilakukan perawatan oleh tim medis.
Bahkan saat ini dia sudah sadar penuh dan dapat berkomunikasi.
Luka bakar yang dialami Arga juga mulai mengering.
Baca Juga: Mengenal Bajaj Qute, Mobil Mungil Seharga Motor yang Iritnya Tembus 36 Km Per Liter, Layak Dibeli?
Tim medis berencana melakukan tindakan pembersihan luka atau operasi kecil kemarin.
Namun, dia terus mengeluhkan nyeri sedang di bagian tubuh yang terkena petasan.
Baca Juga: Mengenal Bajaj Qute, Mobil Mungil Seharga Motor yang Iritnya Tembus 36 Km Per Liter, Layak Dibeli?
“Pasien lainnya, Dewa, mengalami luka bakar cukup banyak di area wajah disertai luka lecet dan luka robek kecil di sejumlah bagian tubuh akibat serpihan ledakan. Namun sampai saat ini kondisinya juga membaik, sadar, dan bisa diajak bicara,” jelas Ulfa.
Meski demikian, Dewa masih mengeluhkan rasa nyeri terutama di bagian wajah karena banyak terkena serpihan petasan.
Baca Juga: Cerita Pebisnis Muda Blitar Hadapi Nilai Dolar Naik, Atur Strategi Ekspor dengan Cara Ini
Tim medis juga menjadwalkan tindakan pembersihan luka untuk pasien Dewa pada hari yang sama.
Arga dan Dewa merupakan dua korban yang selamat dari peristiwa ledakan balon udara yang disertai petasan di Dusun Tekik, Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, pada Rabu (27/5) pagi atau bertepatan dengan salat Idul Adha.
Baca Juga: Harga Bajaj Qute 2026: Intip Spesifikasi Mobil Mini Super Irit yang Siap Mengaspal di Indonesia
Keduanya sebenarnya sudah bermain di tengah area persawahan agar aman dan tidak berdampak parah pada rumah warga.
Sayangnya, petasan yang terpasang di balon udara milik mereka meledak hebat hingga melukai tubuhnya.
Bahkan, kejadian itu membuat laki-laki 23 tahun, yakni Irfan Hidayat, meninggal dunia karena awalnya hanya menonton, lalu membantu dua bocah tersebut.
“Untuk biaya perawatan, kedua pasien saat ini menggunakan pembayaran umum atau non-BPJS. Karena peristiwa tersebut memang tidak bisa dibiayai BPJS,” pungkasnya. (jar/c1/ady)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda