BLITAR KAWENTAR - Peluang cuan sebenarnya bisa datang dari mana saja, asal terus berupaya untuk menggali dan mencari.
Seperti Sunalis, anak muda warga Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro ini, yang menjadikan beling atau pecahan kaca menjadi Kembali bernilai.
Baca Juga: Kondisi Terkini Dua Korban Selamat Ledakan Petasan Balon Udara di Blitar
Ide membuat gantungan kunci berbentuk miniatur Candi Penataran ternyata muncul secara tidak sengaja.
A. Redam Sunalis mengaku awalnya hanya berkunjung ke kawasan Candi Penataran untuk melihat situs sejarah sekaligus berkeliling kios UMKM di sekitar lokasi.
Baca Juga: Kubu Samanhudi Anwar Angkat Bicara Terkait Pemkot Blitar Tahan Hibah KONI
“Saya lihat ada gantungan kunci dari kayu bentuk candi. Dari situ kepikiran bagaimana kalau bikin miniatur candi tapi dari bahan lain,” tuturnya.
Sepulang dari Candi Penataran, pria asal Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, itu melihat tumpukan pecahan kaca atau beling di rumahnya.
Baca Juga: Polemik Pascapemilihan Ketua KONI Kota Blitar, Pemkot Masih Tahan Hibah karena Hal Ini
Alih-alih dibuang, justru beling tersebut kemudian dicoba diolah Kembali menjadi berbagai kerajinan aneka bentuk.
Awalnya, Sunalis, sapaan akrabnya, menghancurkan pecahan kaca tersebut menggunakan lumpang hingga menjadi butiran halus dan menyerupai pasir kaca.
Baca Juga: Rekam Jejak Ketua KONI Kota Blitar Terpilih Dipertanyakan, Pemkot Mulai Kaji Ulang Penyaluran Hibah
Setelah itu, dia membuat cetakan miniatur candi secara manual menggunakan silikon akuarium.
“Saya mengukir dulu pakai semen kecil-kecil, lalu dibuat cetakan sendiri,” katanya.
Namun, setiap usaha pasti tidak langsung membuahkan hasil.
Hingga beberapa kali percobaan, tetap kurang memuaskan dan kurang menarik.
Baca Juga: Harga Bajaj Qute 2026: Intip Spesifikasi Mobil Mini Super Irit yang Siap Mengaspal di Indonesia
Hingga akhirnya seorang temannya memberi masukan agar pecahan kaca dicampur menggunakan resin agar tampilannya lebih estetik dan mengkilap.
“Setelah dicampur resin, ternyata hasilnya lebih bagus dan berkilau. Dan juga lebih mudah dibuat bentuk,” tambah pria 41 tahun itu.
Baca Juga: Cerita Pebisnis Muda Blitar Hadapi Nilai Dolar Naik, Atur Strategi Ekspor dengan Cara Ini
Kini gantungan kunci miniatur candi buatannya dijual seharga Rp 20 ribu per buah dengan ukuran sekitar 4x5 sentimeter.
Menurut Sunalis, kerajinan tersebut bukan sekadar suvenir, tetapi juga cara mengenalkan sejarah Blitar kepada masyarakat luas.
Baca Juga: Mengenal Bajaj Qute, Mobil Mungil Seharga Motor yang Iritnya Tembus 36 Km Per Liter, Layak Dibeli?
“Ya, bisa tambah oleh-oleh khas Blitar, lewat pengenalan tempat Sejarah yang ada di Blitar,” ungkapnya. (*/c1/ady)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda