BLITAR KAWENTAR – Petugas pemantau kesehatan hewan kurban di Kabupaten Blitar menemukan sedikitnya 218 kasus cacing hati pada hewan kurban selama dua hari penyembelihan.
Meski terdapat cacing hati, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar memastikan daging kurban tetap aman dikonsumsi.
Baca Juga: Kreativitas Pemuda Blitar Sulap Barang Bekas Jadi Gantungan Kunci Bernilai Ekonomis
Berdasarkan data sementara Disnakkan Kabupaten Blitar per Kamis (28/5), sebanyak 2.322 titik lokasi pemotongan hewan kurban telah dipantau petugas.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan kasus cacing hati pada 111 ekor sapi, 104 kambing, dan tiga ekor domba.
Baca Juga: Kondisi Terkini Dua Korban Selamat Ledakan Petasan Balon Udara di Blitar
”Bagian organ yang ditemukan mengandung cacing hati langsung diafkir atau dibuang agar tidak dikonsumsi masyarakat. Maka dari itu, daging yang dibagikan tetap aman dan layak konsumsi,” kata Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Kabupaten Blitar, Lusia Aditya, kemarin (28/5).
Dia menjelaskan, jumlah temuan cacing hati tersebut masih tergolong kecil dibanding total hewan kurban yang dipotong.
Baca Juga: Kubu Samanhudi Anwar Angkat Bicara Terkait Pemkot Blitar Tahan Hibah KONI
Berdasarkan rekap sementara, jumlah hewan kurban yang telah disembelih terdiri dari 1.227 sapi jantan, 180 sapi betina, 13.750 kambing jantan, 114 kambing betina, 493 domba jantan, dan 14 domba betina.
Selain melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, petugas juga memantau proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban kepada masyarakat.
Baca Juga: Polemik Pascapemilihan Ketua KONI Kota Blitar, Pemkot Masih Tahan Hibah karena Hal Ini
Hingga hari kedua penyembelihan, jumlah paket daging kurban yang telah didistribusikan mencapai 310.715.
”Cacing hati perlu diwaspadai, karena hewan ternak memakan hijau-hijau,” ungkapnya.
Baca Juga: Rekam Jejak Ketua KONI Kota Blitar Terpilih Dipertanyakan, Pemkot Mulai Kaji Ulang Penyaluran Hibah
Adapun ciri-ciri hewan terkena cacing hati dari segi fisik di antaranya kondisi bulu kusut.
Jika dalam kondisi parah bulunya rontok dan ada sebagian hewan bulunya berdiri.
Baca Juga: Sensasi Nyruput Es Teler Proklamator Dekat Makam Bung Karno Blitar, Pengen DO Disini
Lalu usai disembelih harus dilihat secara detail pada hati hewan tersebut untuk memastikan adakah cacing atau tidak.
Lusia menambahkan, pemantauan kesehatan hewan kurban masih akan berlangsung hingga H+3 Iduladha atau Jumat (29/5).
Karena itu, jumlah data temuan maupun hewan yang dipotong diperkirakan masih akan terus bertambah.
”Kami tetap melakukan pemantauan sampai H+3 Iduladha untuk memastikan kesehatan hewan dan keamanan daging kurban yang diterima masyarakat,” pungkasnya.(jar/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda