.
BLITAR KAWENTAR – Kabar duka datang dari Tanah Suci setelah dua jemaah haji Kabupaten Blitar meninggal dunia. Kedua jemaah tersebut tergabung dalam Kloter 107 Embarkasi Surabaya (SUB).
Kedua jemaah tersebut diketahui bernama Komarodin Kusni, 85, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Udanawu, dan Muhadi Saderi, 85, warga Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi. Kedua jemaah lansia tersebut wafat setelah menuntaskan rangkaian puncak ibadah haji, termasuk wukuf di Arafah, pada Sabtu (30/5) lalu.
“Ya, keduanya wafat pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 04.30 waktu Arab Saudi di Hotel Durrah Rahhaf, kawasan Misfalah, Makkah,” ungkap Ketua Kloter 107 SUB, Jamil Mashadi, Minggu (31/5/2026).
Jamil menjelaskan, dua jemaah tersebut meninggal dunia diduga karena faktor usia lanjut yang menyebabkan henti jantung. Meski demikian, sebelum wafat, keduanya telah berhasil menunaikan rukun utama haji yakni wukuf di Arafah.
”Alhamdulillah beliau berdua sudah melaksanakan wukuf di Arafah. Semoga seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT dan mendapatkan husnulkhatimah,” ujarnya.
Sejak keberangkatan dari Kabupaten Blitar, lanjut dia, kedua jemaah tersebut memang masuk kategori lanjut usia sehingga membutuhkan pendampingan khusus dari petugas kloter. Namun, selama berada di Tanah Suci, kondisi keduanya relatif stabil.
Menurut dia, saat menjalani rangkaian Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), kedua jamaah masih mampu mengikuti kegiatan ibadah dengan baik. Mereka tetap bisa makan, beraktivitas, serta menjalani proses ibadah meski memerlukan bantuan petugas.
”Selama di Makkah maupun saat Armuzna, kondisi keduanya terlihat baik. Bahkan saat di tenda juga masih bisa makan dan beraktivitas seperti biasa meskipun harus mendapatkan pendampingan,” jelasnya.
Meskipun begitu, sebelum wafat, salah satu jemaah bahkan sempat bersiap untuk menunaikan salat Subuh. Namun tak lama kemudian kondisinya menurun, tidak sadarkan diri, dan akhirnya meninggal dunia.
Sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi, jenazah kedua jemaah dimakamkan di Tanah Suci. Sementara keluarga di Kabupaten Blitar telah menerima kabar tersebut dan mendapatkan pendampingan dari petugas haji.
Wafatnya dua jemaah haji asal Kabupaten Blitar tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat. Namun di sisi lain, keduanya berpulang setelah menuntaskan rukun haji, sebuah harapan yang menjadi impian setiap tamu Allah SWT.
”Kepergian beliau lebih karena faktor lanjut usia. Kondisi jemaah lain di kloter saat ini relatif stabil. Mari berdoa semoga kedua almarhum diterima semua amal ibadahnya, diampuni dosanya, serta keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan,” doanya.(jar/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah