Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Pejuang Literasi di Blitar Tumbuhkan Rasa Cinta Buku pada Anak

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 1 Juni 2026 | 16:16 WIB
Cinta Wahyu Al Istiqomah, Tebarkan Cinta Literasi
 Ingin Anak Blitar Tumbuh-Akrab dengan Buku
Cinta Wahyu Al Istiqomah, Tebarkan Cinta Literasi Ingin Anak Blitar Tumbuh-Akrab dengan Buku

BLITAR KAWENTAR - Di sela kesibukannya mengurus rumah tangga dan membesarkan anak, Cinta Wahyu Al Istiqomah Sugiarti memilih jalan yang tak banyak dilakoni ibu rumah tangga lainnya.

Warga Desa Bacem, Kecamatan Ponggok, itu justru menghabiskan sebagian waktunya untuk menumbuhkan budaya membaca di Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Wali Kota Blitar Sebut Tarif Parkir Rp 5 Ribu Tak Rasional, Begini Katanya

Kegemaran Cinta-sapaan akrabnya, terhadap dunia literasi bermula dari peran barunya sebagai seorang ibu. 

Setelah pindah dari Bogor ke Blitar pada 2021, dia mulai mencari lingkungan yang memiliki minat serupa terhadap buku dan pendidikan anak.

Baca Juga: Ai Ogura Moto2 Jadi Harapan Baru Jepang, Kiprahnya di Kelas Menengah Grand Prix Masih Mengundang Decak Kagum

Awalnya sederhana. 

Dia membuka usaha kecil-kecilan menjual buku anak secara daring dengan nama Toko Buku Si Cumil pada 2022. Dari usaha tersebut, kedekatannya dengan buku semakin tumbuh, terutama setelah memiliki anak pertama.

Baca Juga: Ai Ogura Moto2 Masih Jadi Sorotan, Gelar Juara Dunia Ini Disebut Mengubah Masa Depan Pembalap Jepang di MotoGP

“Saya ingin anak saya dekat dengan buku. Tapi saya sadar tidak mungkin melakukannya sendirian,” ujar ibu dua anak ini.

Pencarian itu membawanya bertemu komunitas Blitar Read Aloud, cabang dari gerakan membaca nyaring yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Ai Ogura Moto2 Kembali Dibahas, Perjalanan Pembalap Jepang Ini dari Talenta Muda hingga Jadi Ancaman di Panggung Dunia

Melalui komunitas tersebut, Cinta mulai belajar teknik membaca nyaring dan aktif turun ke sekolah-sekolah untuk mengenalkan budaya membaca kepada anak-anak.

Sejak bergabung pada 2023, kegiatannya semakin padat.

Baca Juga: Ai Ogura Moto2 Jadi Sorotan Lagi, Rahasia Kesuksesan Pembalap Jepang Ini Mulai Terungkap Jelang Karier Besar di MotoGP

Dia rutin berbagi pengalaman kepada guru, orang tua, hingga siswa mengenai pentingnya membacakan buku sejak dini. 

Baginya, membaca bukan sekadar mengenalkan huruf, tetapi juga membangun kedekatan emosional dan imajinasi anak.

Baca Juga: Ai Ogura Moto2 Masih Jadi Perbincangan, Perjalanan Juara Dunia yang Kini Disebut Siap Mengguncang MotoGP

Perjalanan panjang itu kemudian membawanya meraih penghargaan sebagai Aktivis Literasi Kabupaten Blitar pada 2025. 

Penghargaan yang diberikan Disperpusip Kabupaten Blitar tersebut menjadi pintu bagi dirinya untuk melangkah lebih jauh.

Baca Juga: Marc Marquez Puji Ducati Bukan Cuma Karena Motor Kencang, Ternyata Faktor Ini yang Membuatnya Terkesan di MotoGP 2026

“Alhamdulila, pada 2026 ini saya juga dipercaya menjadi delegasi Kabupaten Blitar sebagai Relawan Literasi Masyarakat yang difasilitasi Perpustakaan Nasional,” ungkapnya.

Meski aktivitasnya menyita waktu, tenaga, bahkan biaya pribadi, perempuan tersebut mengaku tidak pernah merasa terbebani.

Baca Juga: Marc Marquez Puji Ducati di Tengah Persaingan Ketat MotoGP 2026, Sebut Ada Satu Keunggulan yang Sulit Ditandingi Rival

Justru dari kegiatan sosial dan literasi itulah dia menemukan energi baru. 

“Banyak yang bertanya untuk apa melakukan semua ini. Tapi bagi saya ini cara sederhana untuk berkontribusi kepada masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Marc Marquez Puji Ducati Setelah Tes Terbaru, Sebut Ada Perubahan Besar yang Bisa Jadi Penentu Gelar MotoGP 2026

Semangat pengabdian itu ternyata sudah tumbuh sejak remaja. 

Saat SMA, Cinta aktif mengikuti program community service yang mengharuskannya turun langsung ke masyarakat setiap akhir pekan.

Baca Juga: Marc Marquez Puji Ducati Habis-Habisan, Ungkap Keunggulan yang Membuatnya Optimistis Menatap MotoGP 2026

Pengalaman serupa juga dia jalani saat kuliah melalui berbagai program pengabdian masyarakat hingga kegiatan sosial di luar negeri.

Kini, mimpinya sederhana.

Baca Juga: Marc Marquez Puji Performa Motor Ducati, Singgung Faktor yang Bikin Dirinya Makin Percaya Diri di MotoGP 2026

Dia ingin semakin banyak anak di Kabupaten Blitar tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan buku. 

Sebab menurutnya, membangun budaya membaca tidak bisa dilakukan seorang diri.

Baca Juga: Calon Bintang MotoGP Ini Dinilai Paling Siap Naik Kelas, Pengamat Sebut Era Baru Balap Motor Sudah Dimulai

“Kita butuh satu kampung, satu komunitas, untuk mendidik seorang anak. Saya hanya ingin menjadi bagian kecil dari proses itu,” pungkasnya. (jar/ady)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#budaya membaca #aktivis literasi #Kabupaten Blitar #perpustakaan