BLITAR KAWENTAR - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar memastikan proyek revitalisasi sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan tetap berjalan tahun ini.
Meski terdapat kebijakan efisiensi anggaran, sektor pendidikan sebagai layanan dasar tetap mendapatkan porsi alokasi untuk perbaikan maupun pembangunan fisik.
Baca Juga: Pemkot Blitar Buka Rekrutmen Pendamping Karya Mas, Sebulan Digaji Rp 3 Juta
Kepala Dispendik Kota Blitar, Dindin Alinurdin menyatakan bahwa rehabilitasi lembaga ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah daerah.
Selain bersumber dari APBN yang dikelola Kemendidasmen, APBD Kota Blitar juga dikerahkan untuk menyasar belasan lembaga yang membutuhkan penanganan mendesak.
Baca Juga: Cerita Pejuang Literasi di Blitar Tumbuhkan Rasa Cinta Buku pada Anak
"Tahun ini ada sekitar 16 sekolah sasaran yang mendapatkan alokasi pemeliharaan maupun rehab. Rinciannya terdiri dari 11 SD dan 5 TK," ujar Dindin, kemarin (26/5).
Sementara untuk tingkat SMP, hampir seluruh lembaga mendapatkan alokasi anggaran yang dikelola secara mandiri oleh masing-masing sekolah.
Baca Juga: Wali Kota Blitar Sebut Tarif Parkir Rp 5 Ribu Tak Rasional, Begini Katanya
Salah satu fokus utama tahun ini adalah penuntasan proyek strategis daerah, yakni pembangunan TK Negeri Kepanjenlor Tahap II.
Proyek yang sudah melewati tahap perencanaan ini menelan anggaran sekitar Rp 900 juta.
“Selain itu, ada penambahan ruang kelas di TK Sukorejo untuk menunjang daya tampung siswa,” tuturnya.
Tak hanya pembangunan gedung baru, Dispendik juga melakukan relokasi pada sejumlah lembaga TK yang lokasinya dianggap sudah kurang representatif.
Di antaranya, TK Blitar yang sebelumnya berada di dalam kompleks SD akan dipindahkan.
"Relokasi juga dilakukan untuk TK Kepanjenkidul. Lembaga yang dulunya berada di tengah area pasar ini akan bergeser menempati eks kantor Polsek Kepanjenkidul agar suasana belajar lebih kondusif," imbuhnya.
Sedangkan untuk lembaga lainnya, alokasi anggaran akan difokuskan pada perbaikan kerusakan ringan hingga sedang, seperti ruang kelas maupun fasilitas sanitasi atau toilet sekolah.
Di ketahui, Pemkot Blitar tahun ini memetakan setidaknya 10 proyek strategis.
Selain pembangunan tahap II TKN Kepanjenlor, proyek infrastruktur strategis juga menyasar revitalisasi Sirkuit Sentul, pembangunan Gedung Serbaguna Sport Center, serta revitalisasi Waterpark Sumber Udel.
Selain itu, pemkot juga dalam proses perencanaan pembangunan Blitar Trade Center (BTC), pengadaan perluasan lahan TPA Ngegong, hingga pembangunan lanjutan Ecopark Joko Pangon. (mg1/ady)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda