BLITAR KAWENTAR – Kondisi cuaca yang dinilai ideal sepanjang musim tanam hingga menjelang panen menjadi angin segar bagi industri gula.
Pabrik gula Rejoso Manis Indo (RMI) menargetkan produksi gula tahun ini mampu menembus 135 ribu ton.
Baca Juga: Belasan TK-SD di Kota Blitar Bakal Direhabilitasi Tahun Ini, Ini Sasarannya
Hal itu diungkapkan oleh Wakil Presiden Direktur PT RMI, Syukur Iwantoro.
Menurutnya, pola cuaca tahun ini sangat mendukung pertumbuhan tebu.
Baca Juga: Pemkot Blitar Buka Rekrutmen Pendamping Karya Mas, Sebulan Digaji Rp 3 Juta
Musim hujan terjadi saat masa tanam dan pemeliharaan, sedangkan musim panen berlangsung pada periode kemarau.
Kondisi tersebut dinilai menjadi kombinasi ideal untuk meningkatkan produktivitas tebu sekaligus kadar rendemen.
Baca Juga: Cerita Pejuang Literasi di Blitar Tumbuhkan Rasa Cinta Buku pada Anak
”Dari awal penanaman sampai sekarang, iklimnya sangat cocok untuk tebu. Musim tanam mendapat hujan yang cukup, sedangkan panennya di musim kemarau. Ini kondisi yang ideal. Semoga bisa berlangsung sepanjang 2026,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, tahun ini PT RMI menargetkan penyerapan tebu petani mencapai 1,55 juta ton.
Baca Juga: Wali Kota Blitar Sebut Tarif Parkir Rp 5 Ribu Tak Rasional, Begini Katanya
Dengan target rendemen minimal 8 persen, produksi gula diperkirakan mencapai sekitar 128 ribu ton.
Namun jika kondisi cuaca tetap stabil hingga akhir musim giling, produksi gula berpotensi meningkat hingga kisaran 130 ribu sampai 135 ribu ton.
Optimisme tersebut berbeda dengan kondisi dua tahun terakhir.
Menurut Syukur, cuaca yang cenderung basah menyebabkan produktivitas tebu menurun sehingga produksi gula tidak mampu menembus angka 100 ribu ton.
Padahal, pada musim dengan cuaca normal, produksi gula PT RMI pernah mencapai 114 ribu ton.
“Tebu sangat tergantung pada iklim. Tahun lalu, curah hujan cukup tinggi sehingga hasilnya kurang maksimal. Kalau cuaca seperti sekarang bertahan sampai panen selesai, kami optimistis target bisa tercapai,” ungkapnya.
Untuk mengejar target tersebut, PT RMI terus memperkuat kemitraan dengan petani.
Berbagai upaya dilakukan mulai pembinaan budi daya, pemberian insentif, hingga memastikan sistem pembayaran dan harga tebu sesuai ketentuan pemerintah.
Syukur menegaskan, kesejahteraan petani menjadi kunci keberhasilan industri gula.
Saat ini, PT RMI bermitra dengan sekitar 1.200 petani tebu yang tersebar di wilayah Kabupaten Blitar dan Malang.
”Tentu yang paling penting petani merasa nyaman dan sejahtera. Kalau petani berjaya, perusahaan juga ikut berkembang,” pungkasnya.(jar/c1/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda