BLITAR KAWENTAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas ekstrem selama musim kemarau tahun ini dengan memperkuat perlindungan kesehatan bagi kelompok rentan.
Pasalnya, musim kemarau tahun ini diprediksi yang terpanjang.
Baca Juga: Penyakit Sifilis-HIV Jadi Temuan Paling Dominan saat Donor Darah di Blitar, Ini Penjelasan PMI
Lansia serta masyarakat yang bekerja di luar ruangan menjadi perhatian utama karena dinilai paling berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan suhu tinggi.
Karena itu, menjaga daya tahan tubuh amatlah penting agar terhindar dari penyakit.
Baca Juga: Jadi Atensi Serius, Ratusan Personel Gabungan Amankan Ibadah Hari Raya Waisak di Blitar
Kelompok pekerja lapangan seperti petani, buruh bangunan, hingga pengemudi angkutan disebut rentan mengalami dehidrasi dan kelelahan akibat panas (heat exhaustion).
Bahkan, hal ini dapat menyebabkan heat stroke apabila beraktivitas terlalu lama di bawah terik matahari tanpa istirahat dan asupan cairan yang cukup.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto mengatakan, lansia juga memiliki risiko tinggi karena kemampuan tubuh dalam menyesuaikan suhu sudah menurun seiring bertambahnya usia.
“Musim kemarau ekstrem ini membawa risiko kesehatan yang tidak bisa diremehkan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan warga yang bekerja di luar ruangan,” ujarnya.
Baca Juga: Belasan TK-SD di Kota Blitar Bakal Direhabilitasi Tahun Ini, Ini Sasarannya
Menurut Anggit, dinkes telah menggerakkan kader kesehatan di tingkat desa untuk melakukan pemantauan sekaligus memberikan edukasi terkait pencegahan gangguan kesehatan akibat cuaca panas.
Dia mengimbau masyarakat yang bekerja di luar ruangan agar mengatur waktu istirahat secara berkala di tempat teduh dan rutin mengonsumsi air putih meskipun belum merasa haus.
Baca Juga: Pemkot Blitar Buka Rekrutmen Pendamping Karya Mas, Sebulan Digaji Rp 3 Juta
“Kami mengimbau para pekerja outdoor untuk mengatur waktu istirahat secara berkala di tempat yang teduh dan wajib mengonsumsi air putih secara teratur,” katanya.
Sementara itu, keluarga yang memiliki anggota lansia diminta memastikan kebutuhan cairan harian tercukupi serta menjaga sirkulasi udara di dalam rumah agar tetap baik selama musim kemarau berlangsung.
Baca Juga: Cerita Pejuang Literasi di Blitar Tumbuhkan Rasa Cinta Buku pada Anak
Selain itu, dinkes juga mengoptimalkan pencatatan kasus di fasilitas kesehatan guna mendeteksi dini gejala gangguan akibat panas ekstrem, seperti pusing, mual, hingga kram otot.
"Puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Blitar telah diminta memberikan penanganan cepat serta edukasi pencegahan," tutupnya.(kho/c1/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda