Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Umat Buddha di Kota Blitar Peringati Hari Raya Waisak, Ini Pesan dan Harapan Mereka untuk Bangsa Indonesia

M. Subchan Abdullah • Senin, 1 Juni 2026 | 17:56 WIB
Waisak, Momentum Refleksi Diri dan Lebih Peduli Sesama
Umat Peringati dengan Khusyuk
Waisak, Momentum Refleksi Diri dan Lebih Peduli Sesama Umat Peringati dengan Khusyuk

BLITAR KAWENTAR - Perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE di Vihara Semanggi Jaya, Kota Blitar, berlangsung khidmat dan penuh makna.

Perayaan tahun ini tidak hanya menjadi sarana meningkatkan spiritualitas umat Buddha, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial dan cinta kasih kepada sesama.

Baca Juga: Musorkot KONI Kota Blitar Picu Polemik, Pemkot Minta Pencerahan BPK-Kejaksaan Terkait Kejelasan Hibah

Samanera Yutak Ratu dari Sangha Theravada Indonesia mengatakan, tema Waisak tahun ini, Menapaki Jalan Tengah, Bersumbangsih bagi Negeri, mengajak umat Buddha untuk tidak berhenti pada praktik keagamaan semata. 

Menurutnya, ajaran Buddha juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Dekat dengan Area Pasar Tradisional, Pemkot Blitar Siap Relokasi Tiga TK Negeri, Di Sini Lokasi Barunya

“Sebagai umat Buddha, kami tidak hanya meningkatkan spiritualitas, tetapi juga bagaimana bisa berkontribusi bagi masyarakat. Bentuknya bisa melalui kegiatan sosial, seperti membersihkan makam, tabur bunga di taman makam pahlawan, hingga mengunjungi para lansia,” ujarnya.

Menurut dia, semangat berbagi dan peduli terhadap lingkungan sekitar menjadi salah satu implementasi nilai-nilai Waisak yang terus ditekankan kepada umat.

Baca Juga: Hadapi Cuaca Panas Ekstrem, Dinkes Kabupaten Blitar Mulai Perkuat Pemantauan Warga Rentan

Meski dilakukan dalam skala sederhana, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat dan menumbuhkan rasa kebersamaan.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Blitar Kanzul Fathon berharap peringatan Waisak menjadi momentum bagi umat Buddha untuk melakukan refleksi diri sekaligus memperkuat nilai cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Penyakit Sifilis-HIV Jadi Temuan Paling Dominan saat Donor Darah di Blitar, Ini Penjelasan PMI

“Waisak dapat dimaknai sebagai refleksi diri. Melalui peringatan ini kita diingatkan untuk meningkatkan cinta kasih, membersihkan hati dari hal-hal yang tidak baik, serta berupaya mengendalikan diri dari berbagai hal negatif,” katanya.

Dia menambahkan, kehidupan hendaknya diisi dengan berbagai hal yang bermanfaat.

Baca Juga: Jadi Atensi Serius, Ratusan Personel Gabungan Amankan Ibadah Hari Raya Waisak di Blitar

Karena itu, nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan Waisak diharapkan dapat menjadi pedoman untuk membangun kehidupan yang lebih baik, damai, dan penuh kasih terhadap sesama. (bud/c1/ady)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#Perayaan Hari Raya Waisak #Waisak 2570 BE #Vihara Semanggi Jaya #buddha