BLITAR KAWENTAR - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar mulai menggelar rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang dipusatkan sepanjang Juni. Berbagai agenda disiapkan, mulai dari ritus budaya, seminar, hingga peresmian patung baru Bung Karno sebagai bentuk penghormatan terhadap proklamator bangsa.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, Rike Rochmawati mengatakan, rangkaian kegiatan diawali dengan peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni. Menurutnya, terdapat lima ritus utama yang digelar dalam rangka Harlah Pancasila.
Kegiatan diawali dengan kirab Bedol Pusaka dan pawai lentera pada Minggu (31/5) yang menjadi pembuka rangkaian acara. “Setelah itu dilanjutkan malam Tirakatan dan Mocopatan sebagai bentuk refleksi budaya,” ujarnya, Senin (1/6/2026).
Baca Juga: Jadi Atensi Serius, Ratusan Personel Gabungan Amankan Ibadah Hari Raya Waisak di Blitar
Selanjutnya, pada 1 Juni digelar Upacara Budaya Grebeg Pancasila yang menjadi puncak peringatan. Rangkaian dilanjutkan dengan kirab Gunungan Lima dari Alun-Alun Kota Blitar menuju Makam Bung Karno (MBK). Ritus terakhir yakni Kenduri Pancasila yang diikuti langsung oleh Wali Kota Blitar, wakil wali kota, serta jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda).
Rike menjelaskan, pelaksanaan Grebeg Pancasila tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki makna mendalam dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa.\
“Tujuannya untuk melestarikan budaya sekaligus menjaga nilai-nilai Pancasila agar tetap hidup di tengah masyarakat,” katanya.
Baca Juga: Hadapi Cuaca Panas Ekstrem, Dinkes Kabupaten Blitar Mulai Perkuat Pemantauan Warga Rentan
Dia menilai Grebeg Pancasila merupakan bagian dari kearifan lokal yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. ”Ini penting sebagai edukasi agar generasi muda memahami nilai-nilai Pancasila dan budaya bangsa, serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Selain rangkaian Harlah Pancasila, sepanjang Bulan Bung Karno, disbudpar juga menyiapkan sejumlah agenda besar lainnya. Di antaranya, Kenduri Brokohan pada 6 Juni untuk memperingati hari lahir Bung Karno, pergelaran wayang kulit, hingga peresmian patung Bung Karno di kawasan Istana Gebang pada 15 Juni.
Tak hanya itu, rangkaian akan ditutup dengan Selamatan Akbar Haul Bung Karno pada 20 Juni yang diperkirakan diikuti lintas elemen masyarakat.
Menurut Rike, seluruh kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenang jasa Bung Karno sekaligus memperkuat identitas Kota Blitar sebagai Kota Proklamator.
”Melalui Bulan Bung Karno, kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan beliau dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.(sub/c1)
Editor : M. Subchan Abdullah