BLITAR KAWENTAR - Ribuan warga dan peternak menggelar aksi bagi-bagi telur gratis di kawasan Alun-Alun Kanigoro, kemarin (1/6).
Sayangnya, kegiatan sosial itu dimanfaatkan pelaku pencopetan untuk beraksi.
Baca Juga: DPRD Kota Blitar Semarakkan Grebeg Pancasila, Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Kebangsaan
Belasan warga jadi korban hingga satu terduga copet diamankan warga dan polisi.
Aksi bagi-bagi telur yang membuat ribuan warga rela antre dan berdesak-desakan, justru diwarnai nasib apes sejumlah warga.
Ya, belasan warga kehilangan dompet dan beberapa barang lain saat menunggu telur.
Informasinya, sejumlah barang berharga milik pengunjung itu raib.
Baca Juga: Butuh Dana Cepat untuk Berbagai Kebutuhan Anda, BRI Multiguna Karya Bisa Cair dalam 1 Hari
Staf Reskrim Polsek Kanigoro Aiptu Tatang mengatakan, terduga pelaku sudah diamankan setelah kedapatan mengambil barang milik korban dengan cara membuka tas saat kondisi antrean padat.
“Pelaku diduga mengambil barang-barang milik korban dengan membuka tas, saat masyarakat sedang mengantre pembagian telur di depan Karang Pulo,” tuturnya.
Baca Juga: Kisah Eksportir Koi asal Blitar Berhasil Jualan Ikan Hias Unggul hingga Eropa
Dari informasi sementara yang diterima, kurang lebih ada 12 warga yang telah melapor menjadi korban kehilangan.
Barang yang hilang beragam, mulai telepon genggam, dompet, hingga identitas pribadi.
“Untuk sementara ada sekitar 12 korban yang melapor kehilangan, baik handphone, dompet, dan barang berharga lainnya,” bebernya.
Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap terduga pelaku.
Petugas juga mendalami kemungkinan adanya jaringan atau pelaku lain yang terlibat dalam aksi pencopetan tersebut.
Sementara salah satu saksi mata, Refa, mengaku turut membantu mengamankan terduga pelaku.
Dia sudah curiga sejak melihat pria tersebut berusaha melarikan diri di tengah kerumunan warga.
Saat hendak kabur, jelas dia, pelaku sempat menjatuhkan dua unit telepon genggam yang diduga hasil curian.
Baca Juga: Hadapi Cuaca Panas Ekstrem, Dinkes Kabupaten Blitar Mulai Perkuat Pemantauan Warga Rentan
Melihat hal itu, dia langsung mengejar dan menangkap pelaku sebelum diserahkan kepada petugas kepolisian.
“Saya lihat dia mau lari, lalu menjatuhkan dua handphone dari tasnya. Setelah itu, saya amankan dan saya serahkan ke polisi,” ungkapnya.
Baca Juga: Penyakit Sifilis-HIV Jadi Temuan Paling Dominan saat Donor Darah di Blitar, Ini Penjelasan PMI
Dia mengaku pelaku sempat melakukan perlawanan saat akan diamankan.
Bahkan, dia sempat mendapat ancaman dan hampir dipukul oleh terduga pelaku.
Baca Juga: Jadi Atensi Serius, Ratusan Personel Gabungan Amankan Ibadah Hari Raya Waisak di Blitar
Pelaku sempat membentak-bentak dan mau memukul waktu diamankan.
Dari informasi yang diperoleh saksi, terduga pelaku mengaku berasal dari Jombang.
Namun, warga menduga aksi tersebut tidak dilakukan seorang diri karena korban yang merasa kehilangan hampir tersebar di berbagai titik kerumunan.
“Kelihatannya berkelompok, karena yang kehilangan ada yang dari sisi barat, timur, sampai tengah lokasi acara,” pungkasnya. (*/c1/ady)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda