Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Harga Telur Anjlok, Peternak Rakyat Blitar Raya Bagi-bagi Telur kepada Masyarakat: Kami Minta Pemerintah Turun Langsung

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 2 Juni 2026 | 11:48 WIB
Harga Anjlok, Peternak Malah Bagi Telur Gratis
Minta Pemerintah Turun Tangan
Khawatir Investor Asing Masuk
Harga Anjlok, Peternak Malah Bagi Telur Gratis Minta Pemerintah Turun Tangan Khawatir Investor Asing Masuk

BLITAR KAWENTAR – Suasana Alun-Alun Kanigoro berubah sedikit tegang kemarin (1/6).

Masyarakat antusias berebut telur ayam gratis yang dibagikan oleh sejumlah peternak di wilayah Blitar Raya. 

Baca Juga: Pemkot Blitar Mulai Buka Seleksi Terbuka JPT Pratama untuk Mengisi Enam Kursi Kosong Kepala OPD, BKPSDM Beberkan Ketentuannya

Ada 1 juta butir telur yang diberikan secara cuma-cuma oleh para peternak. 

Aksi bagi-bagi tersebut merupakan bagian dari bentuk keresahan peternak atas anjloknya harga telur yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga: Polemik Musorkot KONI Kota Blitar Berbuntut Panjang, Pemkot Tutup Rapat Kantor KONI hingga Tahan Seluruh Aset

Kondisi tersebut dinilai semakin memberatkan. 

Karena di saat bersamaan, harga pakan justru merangkak naik. 

Baca Juga: Peringatan Harlah Pancasila di Kota Blitar Berlangsung Semarak, Wali Kota: Grebeg Pancasila Jadi Ruang Merawat Warisan Bung Karno

Kemarin, sejuta butir telur yang diangkut dengan 200 pikap itu langsung dibagikan kepada masyarakat. 

Paket telur itu dikemas dengan plastik mika.

Baca Juga: Aksi Bagi-bagi Telur Gratis di Blitar Diwarnai Pencopetan, Begini Penampakan Pelakunya usai Berhasil Diamankan Polisi

Bahkan, ada warga yang sengaja membawa wadah sendiri dari rumah

Koordinator aksi peternak rakyat, Suyanto mengatakan, saat ini harga telur di tingkat peternak hanya berkisar Rp 20.600 hingga Rp 21 ribu per kilogram.

Baca Juga: Semarak Bulan Bung Karno, Disbudpar Kota Blitar Mulai Gelar Serangkaian Event Besar Seminar hingga Resmikan Patung Anyar

Angka tersebut jauh di bawah harga pokok produksi (HPP) yang mencapai sekitar Rp 23 ribu per kilogram. 

”Harga telur kami terjun bebas. Artinya, setiap kilogram, kami rugi sekitar Rp 2 ribu. Bahkan, ada peternak yang menjaminkan dokumen pentingnya,” ujarnya kemarin. 

Baca Juga: DPRD Kota Blitar Semarakkan Grebeg Pancasila, Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Kebangsaan

Dia melanjutkan, tekanan terhadap peternak semakin berat karena harga pakan juga mengalami kenaikan. 

Saat ini, harga pakan naik sekitar Rp 30 ribu per sak dibanding sebelumnya.

Baca Juga: BRImo Raih Penghargaan Digital Innovation in Business Transformation di Ajang Digital Innovation Awards 2026

Sebelumnya, harga pakan sekitar Rp 370 ribu per sak, sekarang sudah mencapai Rp 400 ribu sampai Rp 420 ribu. 

Namun, hal itu tidak sebanding dengan harga telur yang terus turun.

Baca Juga: Butuh Dana Cepat untuk Berbagai Kebutuhan Anda, BRI Multiguna Karya Bisa Cair dalam 1 Hari

Maka dari itu, dia meminta ada kebijakan konkret dari pemerintah untuk menyikapi hal ini. 

”Aksi ini murni mewakili peternak mikro dan kecil dari wilayah Kabupaten Blitar, Tulungagung, Kediri, hingga Trenggalek. Berbeda dengan perusahaan peternakan besar yang masih memiliki cadangan modal dan stok pakan," ungkapnya.

Baca Juga: ⁠Kisah Eksportir Koi asal Blitar Berhasil Jualan Ikan Hias Unggul hingga Eropa

Menurut Suyanto, peternak rakyat sepertinya bergantung pada hasil penjualan telur harian untuk membeli kebutuhan pakan keesokan harinya. 

Bila harga telur kondisinya tetap, ekonomi peternak merasa tak berdaya.

Baca Juga: Umat Buddha di Kota Blitar Peringati Hari Raya Waisak, Ini Pesan dan Harapan Mereka untuk Bangsa Indonesia

Selain persoalan harga, peternak juga menyoroti munculnya wacana masuknya investor asing ke sektor peternakan ayam petelur. 

Menurut Suyanto, jika hal tersebut benar-benar terealisasi, keberadaan peternak mikro dan kecil akan semakin terancam.

Baca Juga: Musorkot KONI Kota Blitar Picu Polemik, Pemkot Minta Pencerahan BPK-Kejaksaan Terkait Kejelasan Hibah

”Kami khawatir peternak rakyat akan tersisih. Kalau investor besar masuk, peternak kecil bisa semakin sulit bertahan,” ujarnya.

Meski demikian, Suyanto mengapresiasi langkah dinas peternakan yang selama ini telah membantu peternak memperoleh akses jagung program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) melalui Bulog.

Baca Juga: Dekat dengan Area Pasar Tradisional, Pemkot Blitar Siap Relokasi Tiga TK Negeri, Di Sini Lokasi Barunya

Pemerintah daerah juga terus memfasilitasi diskusi agar pemasaran telur dapat menjangkau luar daerah dan luar pulau. 

”Kami berharap pemerintah pusat segera turun tangan menata harga telur agar peternak rakyat tetap bisa bertahan,” pungkasnya.(jar/c1/sub)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#Bagi-bagi Telur #Alun-Alun Kanigoro #telur ayam gratis #peternak telur ayam #harga telur