Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Kebanyakan Konsumsi Daging Kurban, Masyarakat Diminta Waspada Lonjakan Kolesterol hingga Asam Urat, Ini Akibatnya

Akhmad Nur Khoiri • Selasa, 2 Juni 2026 | 15:00 WIB
dr Christine Indrawati
Pola Makan Seimbang
(Gemini AI)
dr Christine Indrawati Pola Makan Seimbang (Gemini AI)

BLITAR KAWENTAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mewanti-wanti masyarakat agar tidak berlebihan dalam mengkonsumsi daging.

Pasalnya, momen Idul Adha cenderung menghasilkan stok daging yang melimpah di masyarakat. 

Baca Juga: Wabup Blitar Tampung Aspirasi Peternak Rakyat Blitar terkait Anjloknya Harga Telur, Kaji Beky: Kalau Harga Gabah Bisa Diatur, Kenapa Telur Tidak

Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengonsumsi makanan berbahan daging. 

Selain itu, pengolahan daging yang tepat menjadi kunci penting. 

Baca Juga: Harga Telur Anjlok, Peternak Rakyat Blitar Raya Bagi-bagi Telur kepada Masyarakat: Kami Minta Pemerintah Turun Langsung

Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati mengatakan, konsumsi daging merah dan jeroan secara berlebihan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Menurutnya, lonjakan kadar kolesterol, asam urat, hingga gangguan pencernaan menjadi keluhan yang paling sering muncul setelah masyarakat mengonsumsi hidangan kurban tanpa memperhatikan pola makan seimbang.

Baca Juga: Pemkot Blitar Mulai Buka Seleksi Terbuka JPT Pratama untuk Mengisi Enam Kursi Kosong Kepala OPD, BKPSDM Beberkan Ketentuannya

”Konsumsi daging berlebihan saat Hari Raya Idul Adha dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Masalah yang bisa muncul mulai dari lonjakan kadar kolesterol, serangan asam urat, hingga gangguan pencernaan seperti sembelit,” ujarnya.

Selain membatasi konsumsi daging, masyarakat juga diminta mengurangi asupan jeroan karena mengandung kadar lemak dan kolesterol yang tinggi.

Baca Juga: Polemik Musorkot KONI Kota Blitar Berbuntut Panjang, Pemkot Tutup Rapat Kantor KONI hingga Tahan Seluruh Aset

Dinkes turut mengingatkan warga agar tidak berlebihan menggunakan minyak, gula, garam, maupun santan kental saat mengolah masakan berbahan daging kurban. 

”Kami juga meminta masyarakat membatasi makan jeroan, serta membatasi penggunaan minyak, gula, garam, termasuk kuah santan yang kental ketika memasak hidangan kurban,” katanya. 

Baca Juga: Peringatan Harlah Pancasila di Kota Blitar Berlangsung Semarak, Wali Kota: Grebeg Pancasila Jadi Ruang Merawat Warisan Bung Karno

Dinkes menyarankan masyarakat untuk menyeimbangkan konsumsi daging dengan memperbanyak sayur dan buah guna membantu proses pencernaan. 

Asupan serat dinilai penting untuk membantu tubuh mengontrol kadar lemak sekaligus mencegah sembelit.

Baca Juga: Aksi Bagi-bagi Telur Gratis di Blitar Diwarnai Pencopetan, Begini Penampakan Pelakunya usai Berhasil Diamankan Polisi

Selain itu, warga juga diimbau menjaga kecukupan konsumsi air putih dan tetap melakukan aktivitas fisik ringan setelah perayaan hari raya.

Kebiasaan tersebut dinilai penting untuk membantu tubuh membakar kalori berlebih dan menjaga kondisi kesehatan tetap stabil.

Baca Juga: BRImo Raih Penghargaan Digital Innovation in Business Transformation di Ajang Digital Innovation Awards 2026

”Kami berharap masyarakat tetap dapat merayakan momen Idul Adha tanpa mengabaikan pola hidup sehat. Kesadaran dalam mengatur porsi makan disebut menjadi langkah sederhana namun penting untuk mencegah munculnya gangguan kesehatan pasca-hari raya," tutupnya.(kho/c1/sub)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#Konsumsi Daging Kurban #Tips Kesehatan Idul Adha #Pola Makan Seimbang #dr Christine Indrawati #dinkes kabupaten blitar