BLITAR KAWENTAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mewanti-wanti masyarakat agar tidak berlebihan dalam mengkonsumsi daging.
Pasalnya, momen Idul Adha cenderung menghasilkan stok daging yang melimpah di masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengonsumsi makanan berbahan daging.
Selain itu, pengolahan daging yang tepat menjadi kunci penting.
Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati mengatakan, konsumsi daging merah dan jeroan secara berlebihan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Menurutnya, lonjakan kadar kolesterol, asam urat, hingga gangguan pencernaan menjadi keluhan yang paling sering muncul setelah masyarakat mengonsumsi hidangan kurban tanpa memperhatikan pola makan seimbang.
”Konsumsi daging berlebihan saat Hari Raya Idul Adha dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Masalah yang bisa muncul mulai dari lonjakan kadar kolesterol, serangan asam urat, hingga gangguan pencernaan seperti sembelit,” ujarnya.
Selain membatasi konsumsi daging, masyarakat juga diminta mengurangi asupan jeroan karena mengandung kadar lemak dan kolesterol yang tinggi.
Dinkes turut mengingatkan warga agar tidak berlebihan menggunakan minyak, gula, garam, maupun santan kental saat mengolah masakan berbahan daging kurban.
”Kami juga meminta masyarakat membatasi makan jeroan, serta membatasi penggunaan minyak, gula, garam, termasuk kuah santan yang kental ketika memasak hidangan kurban,” katanya.
Dinkes menyarankan masyarakat untuk menyeimbangkan konsumsi daging dengan memperbanyak sayur dan buah guna membantu proses pencernaan.
Asupan serat dinilai penting untuk membantu tubuh mengontrol kadar lemak sekaligus mencegah sembelit.
Selain itu, warga juga diimbau menjaga kecukupan konsumsi air putih dan tetap melakukan aktivitas fisik ringan setelah perayaan hari raya.
Kebiasaan tersebut dinilai penting untuk membantu tubuh membakar kalori berlebih dan menjaga kondisi kesehatan tetap stabil.
”Kami berharap masyarakat tetap dapat merayakan momen Idul Adha tanpa mengabaikan pola hidup sehat. Kesadaran dalam mengatur porsi makan disebut menjadi langkah sederhana namun penting untuk mencegah munculnya gangguan kesehatan pasca-hari raya," tutupnya.(kho/c1/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda