BLITAR KAWENTAR – Dari 196 gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang selesai di Bangun di Bumi Penataran, baru satu gerai yang berani uji coba operasional.
Satu gerai koperasi tersebut yaitu KDMP Pasirharjo.
Ya, KDMP yang berlokasi di Kecamatan Talun itu dijadikan percontohan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar sebelum gerai-gerai koperasi lain dibuka secara bertahap.
Meskipun begitu, masih ada yang perlu dievaluasi usai monitoring.
Baca Juga: SK KONI Provinsi Jawa Timur Beredar, M Samanhudi Anwar Pimpin KONI Kota Blitar Masa Bakti 2026-2030
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar, Sri Wahyuni mengatakan, KDMP Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, menjadi lokasi pertama yang dijadikan percontohan sebelum gerai-gerai lain dibuka secara bertahap.
Uji coba dilakukan untuk mengetahui berbagai kendala teknis yang mungkin muncul saat gerai mulai beroperasi.
”Kami ingin melihat permasalahan-permasalahan yang muncul di lapangan agar bisa segera disampaikan dan dicarikan solusinya sebelum gerai lain dibuka,” ujarnya, kemarin (2/6).
Dia sempat melakukan transaksi di KDMP Pasirharjo dengan membeli satu kardus minyak.
Sayangnya, usai membayar, dia tidak mendapatkan struk karena petugas kehabisan kertas untuk cetak nota transaksi tersebut.
Hal itu menjadi catatan evaluasi untuk diutarakan pada rapat dengan Agrinas.
Sri mengaku baru saja mengetahui dibukanya gerai KDMP Pasirharjo akhir pekan lalu.
Dia langsung menindaklanjuti dengan monitoring untuk melihat kondisi gerai.
Dengan progam proyek strategis nasional (PSN) tersebut tentu statusnya masih uji coba dan ke depannya bisa lebih baik.
Saat ini, terdapat 13 KDMP yang telah menerima akses dan persetujuan melalui sistem Agrinas untuk persiapan operasional.
Namun, pembukaan penuh masih menunggu kesiapan sarana pendukung seperti jaringan air bersih, pompa air, hingga kelengkapan fasilitas toko.
“Kami tidak ingin toko dibuka tetapi fasilitas dasarnya belum siap. Prinsipnya, begitu dibuka harus langsung bisa melayani masyarakat dengan baik,” tegasnya.
Dia melanjutkan, hingga saat ini progres pembangunan gerai KDMP di Kabupaten Blitar terus menunjukkan perkembangan positif.
Dari 248 desa dan kelurahan yang menjadi sasaran program, sebanyak 196 gerai telah selesai dibangun 100 persen.
Baca Juga: 9 Rekomendasi HP Kamera 4K Terbaik dan Murah 2026: Kualitas Profesional Tanpa Harus Menguras Kantong
Sementara 42 gerai lainnya masih dalam proses penyelesaian, sedangkan 10 lokasi masih dalam tahap persiapan karena terkendala lahan.
Pascapeluncuran KDMP oleh Presiden RI beberapa waktu lalu, Kabupaten Blitar menjadi daerah dengan jumlah gerai yang diresmikan terbanyak.
Sebanyak 72 KDMP masuk dalam tahap launching nasional.
Meski bangunan sebagian besar telah selesai, Sri menegaskan pembukaan gerai tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.
Saat ini, pemerintah daerah masih melakukan penataan administrasi, pendataan barang, hingga integrasi data ke dalam sistem aplikasi Agrinas.
”Teknisnya cukup kompleks karena jenis barang yang akan dipasarkan cukup banyak. Semua harus masuk dalam sistem terlebih dahulu,” jelasnya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi HP Kamera 2 Jutaan Terbaik Mei 2026, Anti-Burem dengan Spek Gahar!
Pemkab Blitar berharap hasil uji coba di Desa Pasirharjo dapat menjadi bahan evaluasi sebelum 12 gerai lainnya mulai beroperasi.
Dengan demikian, program KDMP yang menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi desa dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
”Program ini merupakan program strategis nasional. Karena itu, kami berkomitmen mendukung penuh agar pelaksanaannya di Kabupaten Blitar berjalan sukses,” pungkasnya.(jar/c1/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda