BLITAR KAWENTAR – Minat donor darah di kalangan generasi muda di Kabupaten Blitar terbilang cukup stabil.
Bahkan, Palang Merah Indonesia (PMI) setempat mencatat sebagian besar pendonor justru didominasi oleh anak muda hingga pelajar.
Baca Juga: Lagi, Jemaah asal Blitar Wafat di Tanah Suci Bertambah, Ini Identitasnya
Kepala UDD PMI Kabupaten Blitar, dr Pravita Rinanti mengatakan, tren donor darah dalam beberapa waktu terakhir tidak mengalami lonjakan signifikan maupun penurunan drastis.
”Secara umum minat donor darah masih stabil. Bahkan rata-rata didominasi anak muda, termasuk pelajar,” ujarnya.
Meski demikian, PMI tetap melakukan berbagai upaya untuk menyesuaikan antara ketersediaan stok dengan kebutuhan di lapangan.
Hal ini penting mengingat darah memiliki masa simpan terbatas dan tidak bisa disimpan dalam jangka waktu lama.
”Kalau permintaan darah meningkat, kami akan menambah kegiatan donor. Tapi kalau permintaan sedikit, kami kurangi agar tidak terjadi penumpukan yang berpotensi mubazir,” jelasnya.
Strategi tersebut dilakukan agar stok darah yang tersedia dapat langsung dimanfaatkan oleh pasien yang membutuhkan tanpa risiko kedaluwarsa.
Untuk menjaga keberlanjutan stok, PMI secara rutin menggelar kegiatan donor darah keliling di berbagai titik.
Salah satu sasaran utama adalah lingkungan sekolah yang dinilai memiliki potensi besar dalam menjaring pendonor baru.
Baca Juga: SK KONI Provinsi Jawa Timur Beredar, M Samanhudi Anwar Pimpin KONI Kota Blitar Masa Bakti 2026-2030
”Antusiasme anak muda, khususnya pelajar, cukup tinggi. Ini menjadi potensi yang terus kami dorong,” katanya.
Selain itu, PMI juga aktif memberikan edukasi dan motivasi kepada masyarakat terkait pentingnya donor darah.
Menurut Pravita, masih ada sebagian masyarakat yang ragu atau takut untuk mendonorkan darahnya.
Padahal, donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pendonor itu sendiri.
”Donor darah itu aman dan banyak manfaatnya, seperti menjaga kesehatan jantung, menurunkan kolesterol, mengontrol kadar zat besi, hingga membantu regenerasi darah,” ungkapnya.
Tak hanya dari sisi fisik, donor darah juga memiliki manfaat psikologis.
Aktivitas ini dinilai mampu meningkatkan perasaan bahagia, mengurangi stres, serta menumbuhkan jiwa sosial.
”Donor darah adalah bentuk kepedulian sosial. Dari sini, rasa empati dan solidaritas bisa tumbuh,” tambahnya.(sub/c1)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda