BLITAR KAWENTAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengingatkan masyarakat agar menerapkan pengolahan daging kurban secara higienis.
Selain penyimpanan daging, proses memasak hingga matang sempurna dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah gangguan kesehatan akibat kontaminasi bakteri maupun kuman patogen dari bahan pangan hewani.
Baca Juga: Dispendik Kota Blitar Mulai Lakukan Antisipasi Kendala Teknis Jelang OSN 2026
Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati mengatakan, masyarakat tidak dianjurkan mengonsumsi daging dalam kondisi setengah matang.
Hal ini karena daging setengah matang berisiko masih mengandung bakteri yang belum mati sempurna akibat proses pemanasan yang kurang maksimal.
Baca Juga: Lagi, Jemaah asal Blitar Wafat di Tanah Suci Bertambah, Ini Identitasnya
”Aturan mutlak yang harus dipatuhi masyarakat adalah menyimpan daging dengan suhu yang tepat, mengolah daging sampai matang sempurna, dan hindari mengonsumsi daging setengah matang. Selain itu, kebersihan bahan baku harus dijaga ketat, termasuk kebersihan tempat pengolahan, seluruh alat masak, selalu menggunakan pasokan air bersih, serta membudayakan cuci tangan sebelum mulai mengolah daging,” jelasnya.
Menurutnya, kebersihan dapur dan peralatan masak juga perlu menjadi perhatian utama selama proses pengolahan hidangan kurban.
”Pisau, talenan, hingga wadah penyimpanan dapat menjadi media perpindahan bakteri apabila tidak dibersihkan dengan benar setelah digunakan untuk mengolah daging mentah," sambungnya.
Dinkes mengimbau masyarakat memisahkan alat pemotong daging mentah dengan alat yang digunakan untuk memotong bahan makanan siap saji maupun sayuran.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang yang dapat memicu gangguan pencernaan.
Selain itu, warga juga diingatkan untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah mengolah daging.
”Penggunaan air bersih selama proses memasak dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas makanan agar tetap aman dikonsumsi keluarga," tambahnya.
Dinkes berharap masyarakat lebih memperhatikan aspek kebersihan selama pengolahan daging kurban agar perayaan Idul Adha dapat berlangsung aman dan sehat.
"Dengan memastikan daging dimasak matang sempurna dan dapur tetap higienis, risiko penyakit akibat makanan dapat ditekan," tutupnya.(kho/c1/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda