Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Awas, Masak Daging Setengah Matang Bisa Picu Gangguan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Blitar Berikan Tips Aman

Akhmad Nur Khoiri • Rabu, 3 Juni 2026 | 15:00 WIB
Masak Daging Setengah Matang Berisiko
‎Dinkes Wanti-Wanti Bahaya Bakteri
(Gemini AI)
Masak Daging Setengah Matang Berisiko ‎Dinkes Wanti-Wanti Bahaya Bakteri (Gemini AI)

BLITAR KAWENTAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengingatkan masyarakat agar menerapkan pengolahan daging kurban secara higienis.

Selain penyimpanan daging, proses memasak hingga matang sempurna dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah gangguan kesehatan akibat kontaminasi bakteri maupun kuman patogen dari bahan pangan hewani.

Baca Juga: Dispendik Kota Blitar Mulai Lakukan Antisipasi Kendala Teknis Jelang OSN 2026

Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati mengatakan, masyarakat tidak dianjurkan mengonsumsi daging dalam kondisi setengah matang.

Hal ini karena daging setengah matang berisiko masih mengandung bakteri yang belum mati sempurna akibat proses pemanasan yang kurang maksimal. 

Baca Juga: Lagi, Jemaah asal Blitar Wafat di Tanah Suci Bertambah, Ini Identitasnya

”Aturan mutlak yang harus dipatuhi masyarakat adalah menyimpan daging dengan suhu yang tepat, mengolah daging sampai matang sempurna, dan hindari mengonsumsi daging setengah matang. Selain itu, kebersihan bahan baku harus dijaga ketat, termasuk kebersihan tempat pengolahan, seluruh alat masak, selalu menggunakan pasokan air bersih, serta membudayakan cuci tangan sebelum mulai mengolah daging,” jelasnya.

Menurutnya, kebersihan dapur dan peralatan masak juga perlu menjadi perhatian utama selama proses pengolahan hidangan kurban.

Baca Juga: 7 HP Spek Dewa RAM 12 GB Murah Terbaik 2026: Performa Kencang Anti Lemot dengan Harga Mulai 3 Jutaan!

”Pisau, talenan, hingga wadah penyimpanan dapat menjadi media perpindahan bakteri apabila tidak dibersihkan dengan benar setelah digunakan untuk mengolah daging mentah," sambungnya.

Dinkes mengimbau masyarakat memisahkan alat pemotong daging mentah dengan alat yang digunakan untuk memotong bahan makanan siap saji maupun sayuran.

Baca Juga: 10 Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik Juni 2026: Spek Gahar, Baterai Awet, dan Anti Lemot untuk Aktivitas Harian

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang yang dapat memicu gangguan pencernaan.

Selain itu, warga juga diingatkan untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah mengolah daging.

Baca Juga: ⁠Diandalkan Jadi Proyek Strategis, Karyawan KDMP di Blitar Pertanyakan Kejelasan Gaji Rp3 Juta Perbulan

”Penggunaan air bersih selama proses memasak dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas makanan agar tetap aman dikonsumsi keluarga," tambahnya.

Dinkes berharap masyarakat lebih memperhatikan aspek kebersihan selama pengolahan daging kurban agar perayaan Idul Adha dapat berlangsung aman dan sehat.

Baca Juga: Pemkab Blitar Evaluasi Operasional KDMP di Desa Pasirharjo, Empat Hari Buka Sudah Kehabisan Kertas Struk Belanja

"Dengan memastikan daging dimasak matang sempurna dan dapur tetap higienis, risiko penyakit akibat makanan dapat ditekan," tutupnya.(kho/c1/sub)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#Idul Adha 2026 #keamanan pangan #kesehatan masyarakat #dinkes kabupaten blitar #daging kurban