BLITAR KAWENTAR - Tingginya antusiasme masyarakat dalam Pawai Lentera (Lampion) menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kota Blitar.
Ke depan, masyarakat umum berpeluang dilibatkan langsung sebagai peserta pawai yang selama ini masih didominasi sekolah dan organisasi perangkat daerah (OPD).
Baca Juga: Dispendik Kota Blitar Mulai Lakukan Antisipasi Kendala Teknis Jelang OSN 2026
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar, Rike Rochmawati mengatakan, penyelenggaraan Pawai Lentera tahun ini diikuti 38 kontingen yang berasal dari sekolah dan OPD.
Karena itu, masyarakat umum masih berperan sebagai penonton di sepanjang rute pawai.
Baca Juga: Lagi, Jemaah asal Blitar Wafat di Tanah Suci Bertambah, Ini Identitasnya
“Untuk tahun ini peserta masih terbatas dari sekolah dan OPD. Namun ke depan akan kami evaluasi. Jika antusiasme masyarakat terus tinggi, tidak menutup kemungkinan masyarakat umum juga dapat dilibatkan sebagai peserta,” ujar Rike, Selasa (2/6).
Menurut dia, Kirab Bedhol Pusaka dan Pawai Lentera yang digelar Minggu (31/5) malam menjadi pembuka rangkaian Grebeg Pancasila 1 Juni 2026.
Pawai diberangkatkan dari Istana Gebang dan berakhir di Kantor Wali Kota Blitar.
Sepanjang jalur pawai, ribuan warga tampak memadati kawasan yang dilalui peserta.
Berbagai kreasi lampion bertema Pancasila dan kebangsaan mendapat sambutan meriah dari masyarakat.
Rike menilai tingginya jumlah penonton menunjukkan Grebeg Pancasila masih menjadi agenda budaya yang diminati masyarakat.
Karena itu, berbagai masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan tahun berikutnya agar lebih meriah dan partisipatif.
“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Ini menjadi modal penting untuk terus mengembangkan Grebeg Pancasila sebagai agenda budaya unggulan Kota Blitar,” pungkasnya. (bud/c1/ady)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda