BLITAR KAWENTAR - Sekolah Rakyat (SR) di Kota Blitar dipastikan tidak hanya menampung siswa lokal.
Untuk tahap awal operasional yang rencananya digelar pada Juli atau Agustus mendatang, sekolah berbasis asrama ini rencananya akan menjadi tempat "titipan" bagi ratusan siswa sekolah rintisan dari Kota Batu dan Kota Malang.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar, Ika Atikah mengungkapkan, kepastian tersebut didapat melalui surat dari Kementerian Sosial (Kemensos) pada Mei lalu.
Dalam surat tersebut, dijelaskan akan ada migrasi siswa dari dua daerah tetangga tersebut ke Kota Blitar.
Baca Juga: Dispendik Kota Blitar Mulai Lakukan Antisipasi Kendala Teknis Jelang OSN 2026
"Rinciannya, ada 90 siswa jenjang SMP dari Kota Batu dan sekitar 60 siswa dari Kota Malang yang akan dititipkan di sini. Jadi, total ada sekitar 150 siswa luar daerah yang akan masuk ke SR Kota Blitar," jelasnya, kemarin (2/6).
Ika menjelaskan, status siswa dari Batu dan Malang tersebut merupakan siswa sekolah rintisan.
Baca Juga: Lagi, Jemaah asal Blitar Wafat di Tanah Suci Bertambah, Ini Identitasnya
Berbeda dengan Kota Blitar yang langsung membangun gedung permanen, SR di daerah lain masih dalam tahap pembangunan atau rintisan dengan menempati UPT milik Kemensos maupun dinsos provinsi.
Meski menampung siswa dari luar kota, dia menegaskan masyarakat Blitar tidak perlu khawatir soal fasilitas.
Sebab, seluruh biaya operasional, seragam, hingga alat tulis ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat melalui APBN.
"Nantinya kalau pembangunan gedung di daerah asal mereka sudah rampung, para siswa ini akan ditarik kembali ke sana. Di Kota Blitar sifatnya hanya dititipkan sementara," imbuhnya.
Di sisi lain, proses penjangkauan untuk siswa asli Kota Blitar terus dikebut.
Tim pendamping PKH sedang menyisir 1.700 sasaran untuk memenuhi kuota awal sebanyak 270 siswa (masing-masing 90 siswa untuk SD, SMP, dan SMA).
Targetnya, verifikasi dan persetujuan orang tua harus tuntas pada Juni ini.
Tantangan terberat saat ini masih berkutat pada faktor psikologis orang tua.
Baca Juga: SK KONI Provinsi Jawa Timur Beredar, M Samanhudi Anwar Pimpin KONI Kota Blitar Masa Bakti 2026-2030
Banyak wali murid yang merasa berat hati melepas anaknya tinggal di asrama dalam jangka waktu lama.
Namun, dinsos menekankan bahwa pola boarding school ini justru menjadi kunci untuk memutus rantai kemiskinan.
"Kami yakinkan orang tua bahwa ini demi masa depan anak. Seperti sekolah kedinasan, mereka dilatih disiplin dan kepercayaan diri agar bisa lepas dari jerat kemiskinan keluarga. Tentu tetap ada waktu libur di mana mereka bisa pulang ke rumah," pungkasnya.
Diketahui, saat ini proyek yang didanai pemerintah pusat lewat APBN tersebut masih dalam pembangunan.
SR kota ditargetkan rampung pada Juni meski saat ini progresnya masih menyentuh lebih dari 50 persen.
Di samping itu, Pemkot Blitar melalui tenaga pendamping PKH terus melakukan penjangkauan calon siswa guna memenuhi target awal tahun ajaran baru. (mg1/c1/ady)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda