BLITAR KAWENTAR - Kemudahan pembayaran digital ternyata memiliki sisi lain yang perlu diwaspadai anak muda.
Di balik kepraktisan QRIS dan dompet digital, terdapat efek psikologis yang dapat membuat seseorang lebih mudah mengeluarkan uang tanpa disadari.
Baca Juga: Kehadiran Sistem Cashless Mudahkan Pelaku UMKM: Tak Perlu Repot Menyiapkan Uang Kembalian
Hilangnya sensasi fisik saat memegang uang tunai menjadi salah satu faktor yang memicu perilaku konsumtif.
Dalam ilmu ekonomi terdapat konsep pain of paying dan mental accounting.
Baca Juga: Komentar Gen Z Mengenai Tren Cashless yang Sudah Jadi Gaya Hidup Baru
Kedua teori tersebut menjelaskan seseorang cenderung lebih berhati-hati saat membayar menggunakan uang fisik, karena dapat melihat dan merasakan langsung jumlah uang yang keluar sehingga membuat orang lebih berhati-hati.
Sebaliknya, transaksi digital membuat proses tersebut nyaris tidak terasa.
Baca Juga: Tren Dompet Digital Cashless di Kalangan Gen Z: Dinilai Praktis tapi Pakai Cash Lebih Terkontrol
Pengguna cukup memindai kode QR atau menekan tombol pembayaran tanpa melihat secara langsung uang yang berkurang.
Akibatnya, banyak orang tidak menyadari seberapa besar pengeluaran yang telah dilakukan.
Baca Juga: Cerita Pria Paruh Baya Rintis Usaha Kuliner Tahu Tek usai Bangkrut Jadi Peternak Telur Puyuh
Saat dicek dompet digitalnya tahu-tahu saldonya ludes.
Maka itu, saya mengingatkan agar tetap mengontrol diri terhadap pengeluaran meskipun seluruh transaksi dilakukan secara digital.(sub/c1)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda