BLITAR KAWENTAR – Kebakaran melanda sebuah toko besi alumunium di Kota Blitar, Selasa (2/6) malam.
Bangunan toko milik Tony Wibowo nyaris ludes dilalap api. Penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun, kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp 50 juta.
Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan langsung terjun ke lokasi untuk memadamkan api.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Blitar Bayu Wijayanto mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran melalui Call Center 112 sekitar pukul 23.42 WIB.
Baca Juga: Pengamat Ekonomi Blitar Beberkan Dampak Buruk Penggunaan Cashless di Kalangan Anak Muda
Setelah melakukan validasi informasi, petugas langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian kebakaran (TKK).
”Begitu menerima laporan, petugas langsung melakukan validasi data dan bergerak ke lokasi untuk melaksanakan pemadaman," ujarnya kepada Koran ini, kemarin (3/6).
Baca Juga: Kota Blitar Jadi Kota 1000 PKL, Pemkot Ungkap Realita di Lapangan
Setibanya di lokasi, petugas mendapati api telah membakar sebagian bangunan toko.
Tim pemadam kemudian melakukan upaya pemadaman dan isolasi area untuk mencegah kobaran api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Baca Juga: Kehadiran Sistem Cashless Mudahkan Pelaku UMKM: Tak Perlu Repot Menyiapkan Uang Kembalian
Proses pemadaman berlangsung cukup lama.
Petugas berjibaku menjinakkan api hingga situasi benar-benar aman.
Baca Juga: Polisi Beberkan Perkembangan Tersanga Ledakan Mercon Balon Udara di Blitar
Operasi pemadaman dan pendinginan baru selesai sekitar pukul 00.45 WIB, Rabu dini hari (3/6).
Berdasarkan hasil penanganan awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu korsleting atau hubungan arus pendek listrik.
Baca Juga: Komentar Gen Z Mengenai Tren Cashless yang Sudah Jadi Gaya Hidup Baru
Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
”Untuk dugaan sementara penyebab kebakaran akibat korsleting listrik. Namun untuk kepastiannya tetap menunggu hasil pendalaman dari pihak terkait," katanya.
Baca Juga: Kendala Klasik, Pencairan ADD 54 Desa di Kabupaten Blitar Harus Diundur, Ini Dampaknya
Bayu memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sehingga kebakaran hanya mengakibatkan kerugian material.
Baca Juga: Tren Dompet Digital Cashless di Kalangan Gen Z: Dinilai Praktis tapi Pakai Cash Lebih Terkontrol
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan sterilisasi dan memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Pendataan juga dilakukan sebagai bahan laporan resmi kejadian.
Baca Juga: Cerita Pria Paruh Baya Rintis Usaha Kuliner Tahu Tek usai Bangkrut Jadi Peternak Telur Puyuh
Dalam proses penanganan kebakaran tersebut, Damkar Kota Blitar turut dibantu personel Koramil, Polres Blitar Kota, serta petugas Trantib Kecamatan Kepanjenkidul.
Bayu mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik, terutama pada bangunan usaha maupun rumah tinggal.
Baca Juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Resmikan TUK Astra Honda di SMK Islam 1 Blitar
Menurutnya, pemeriksaan instalasi listrik secara berkala penting dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting.
”Kami mengimbau masyarakat agar rutin mengecek instalasi listrik dan memastikan penggunaan peralatan elektronik sesuai standar keamanan untuk meminimalkan risiko kebakaran," pungkasnya.(bud/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda