BLITAR KAWENTAR – Candi Kali Cilik di Kabupaten Blitar masih menjadi salah satu situs cagar budaya yang cukup aktif dikunjungi masyarakat. Sepanjang 2026, tercatat sudah ada 47 kali kunjungan ke situs bersejarah tersebut.
Juru Pelihara (Jupel) Candi Kali Cilik, Wakini, mengatakan pengunjung yang datang memiliki beragam tujuan. Selain wisatawan umum, sebagian besar kunjungan berasal dari kalangan pelajar yang memanfaatkan candi sebagai sarana pembelajaran sejarah di luar kelas.
”Tahun ini sudah ada 47 kunjungan. Pengunjungnya campur-campur, ada murid sekolah yang datang untuk kerja kelompok atau tugas sekolah, ada wisatawan biasa, dan ada juga yang datang untuk wisata religi,” ujarnya.
Baca Juga: Banyak Diisi Pemula, Cabor Barongsai Kota Blitar Matangkan Latihan Hadapi Piala Wali Kota Surabaya
Menurut Wakini, kunjungan pelajar menjadi salah satu yang paling sering ditemui. ”Mereka biasanya datang secara berkelompok untuk mempelajari sejarah, arsitektur bangunan candi, hingga peninggalan budaya yang ada di kawasan tersebut," jelasnya.
Selain menjadi tujuan edukasi, Candi Kali Cilik juga kerap didatangi masyarakat untuk kepentingan spiritual. "Beberapa pengunjung melakukan doa atau ritual tertentu di area candi dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku di lokasi," sambungnya.
Keberagaman aktivitas tersebut menunjukkan bahwa fungsi Candi Kali Cilik tidak hanya sebagai objek wisata sejarah, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan budaya yang masih dimanfaatkan masyarakat hingga saat ini. Pihak pengelola terus berupaya menjaga kondisi situs agar tetap terawat.
Baca Juga: Tepis Isu Ajudan Wakapolres Dianiaya, Berikut Klarifikasi Kapolres Blitar usai Viral di Medsos
"Pemeliharaan dilakukan secara berkala untuk menjaga kebersihan, keamanan, serta kelestarian bangunan cagar budaya tersebut," katanya.
Dengan kondisi yang relatif terjaga, Candi Kali Cilik diharapkan tetap menjadi destinasi edukasi sejarah bagi generasi muda sekaligus ruang pelestarian budaya yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.
”Keberadaan situs ini juga dinilai penting sebagai sarana mengenalkan sejarah lokal Kabupaten Blitar kepada pelajar maupun wisatawan yang berkunjung dari berbagai daerah," tutupnya.(kho/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah