BLITAR KAWENTAR – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar memastikan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak masih berada dalam kondisi terkendali alias landai.
Sebab, vaksinasi terhadap hewan ternak digencarkan dan dilakukan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Pemkot Blitar Alokasikan Anggaran Rp 900 juta Lebih untuk Honor Pendamping Program Karya Mas
Selain itu, tingginya tingkat kesembuhan ternak yang sebelumnya sempat terpapar virus PMK juga menjadi salah satu faktornya.
Berdasarkan data pemantauan terbaru, penambahan kasus PMK di Kabupaten Blitar sudah sangat minim.
Baca Juga: Dispendik Kota Blitar Beberkan Perubahan Aturan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, Catat Perubahannya
Kondisi ini menunjukkan upaya pengendalian yang dilakukan pemerintah daerah bersama peternak berhasil menekan laju penularan penyakit yang sempat menjadi perhatian sektor peternakan.
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Kabupaten Blitar, drh Lusia Adityaningtyas mengatakan, program vaksinasi menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap menurunnya kasus PMK di lapangan.
Baca Juga: Kota Blitar “Darurat” Orang Gendut, Belasan Ribu Warga Alami Obesitas
“Untuk penambahan kasus PMK sudah tidak banyak karena kita gencar melaksanakan program vaksinasi, sehingga penularannya sudah berhasil teratasi. Tingkat kesembuhannya juga sangat tinggi; dari data terakhir, sebanyak 168 ekor ternak sudah dinyatakan sembuh dan saat ini hanya tersisa tujuh ekor saja yang masih sakit,” bebernya.
Menurutnya, ternak yang masih dalam kondisi sakit terus mendapatkan pemantauan dan penanganan dari petugas kesehatan hewan.
Baca Juga: Dinilai Langgar Etik, Kampus UNU Blitar Resmi Pecat Oknum Dosen Cabul Ini
"Pendampingan dilakukan secara berkala untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal hingga ternak dinyatakan sembuh sepenuhnya," katanya.
Selain fokus pada penanganan kasus yang masih tersisa, disnakkan juga terus melanjutkan program vaksinasi guna menjaga kekebalan populasi ternak.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya kembali kasus PMK di berbagai sentra peternakan.
Lusia menambahkan, ketersediaan vaksin PMK di Kabupaten Blitar masih mencukupi untuk mendukung program pengendalian penyakit pada 2026.
Baca Juga: Menepi Sejenak di Wisata Kaliganter Ponggok Blitar Sambil Belajar Sejarah
Disnakkan mencatat alokasi vaksin yang diterima tahun ini mencapai 44.000 dosis.
“Stok vaksin kami sampai dengan pertengahan tahun ini dipastikan masih aman untuk melanjutkan agenda vaksinasi PMK, karena total alokasi dropping yang kami terima untuk tahun ini mencapai 44.000 dosis,” ujarnya.(kho/c1/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda