BLITAR KAWENTAR – Produksi gula di Kabupaten Blitar diproyeksikan meningkat pada musim giling tahun ini.
Namun, kondisi tersebut masih dibayangi persoalan infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya memadai untuk mendukung distribusi tebu menuju pabrik gula.
Baca Juga: Kasus PMK di Blitar Melandai, Disnakkan Siapkan Stok 44 Ribu Dosis Vaksin hingga Akhir Tahun
Bupati Blitar Rijanto meminta dukungan pemerintah pusat untuk membantu percepatan perbaikan jalan di sejumlah wilayah sentra tebu.
Menurutnya, kerusakan jalan menjadi salah satu keluhan utama petani dan pelaku usaha perkebunan tebu karena berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi hasil panen.
Baca Juga: Pemkot Blitar Alokasikan Anggaran Rp 900 juta Lebih untuk Honor Pendamping Program Karya Mas
“Jalan yang rusak tentu mengganggu proses pengangkutan tebu menuju pabrik gula. Padahal, kelancaran distribusi menjadi faktor penting untuk mendukung peningkatan produksi gula,” ujarnya.
Dia menjelaskan, Pemkab Blitar bersama DPRD sebenarnya telah mengalokasikan anggaran perbaikan infrastruktur setiap tahun.
Baca Juga: Dispendik Kota Blitar Beberkan Perubahan Aturan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, Catat Perubahannya
Namun, keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat penanganan jalan rusak belum bisa dilakukan secara menyeluruh.
Masih banyak ruas jalan yang membutuhkan rehabilitasi, terutama jalur yang menjadi akses utama kendaraan pengangkut hasil pertanian dan perkebunan.
Baca Juga: Kota Blitar “Darurat” Orang Gendut, Belasan Ribu Warga Alami Obesitas
Karena itu, pihaknya berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan tambahan agar perbaikan infrastruktur bisa dipercepat.
Apalagi sektor pertanian dan perkebunan tebu menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat Kabupaten Blitar.
Baca Juga: Dinilai Langgar Etik, Kampus UNU Blitar Resmi Pecat Oknum Dosen Cabul Ini
Rijanto mengaku telah berupaya menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak guna memfasilitasi pertemuan dengan kementerian terkait.
Langkah tersebut dilakukan untuk menyampaikan langsung kebutuhan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Blitar.
“Harapannya, ada perhatian dari pemerintah pusat sehingga perbaikan jalan bisa lebih optimal dan mampu menunjang produktivitas pertanian, termasuk sektor tebu yang menjadi salah satu andalan daerah,” katanya.
Menurut Rijanto, peningkatan produksi gula tidak hanya ditentukan oleh faktor cuaca dan produktivitas lahan.
Baca Juga: Tingkat Gemar Membaca di Kota Blitar Masih Rendah, Dinperpusip Tahun Ini Targetkan Lampaui 60 Persen
Infrastruktur yang baik juga menjadi syarat penting agar hasil panen dapat segera diangkut menuju pabrik tanpa hambatan.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, Pemkab Blitar optimistis sektor perkebunan tebu akan semakin berkembang sekaligus berkontribusi terhadap program swasembada gula nasional.(jar/c1/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda