BLITAR KAWENTAR – Rangkaian puncak ibadah haji bagi jemaah asal Kabupaten Blitar diperkirakan selesai pada 13 Zulhijah.
Setelah seluruh tahapan wajib haji, mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, hingga lempar jumrah dan tahalul, tuntas dilaksanakan, jemaah akan memasuki masa persiapan menuju Madinah.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kementerian Haji Kabupaten Blitar, Purnomo mengatakan, para jemaah tidak langsung dipulangkan ke Indonesia setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.
"Mereka masih memiliki waktu untuk beristirahat di Makkah sebelum dijadwalkan berpindah ke Madinah," katanya.
Baca Juga: Kasus PMK di Blitar Melandai, Disnakkan Siapkan Stok 44 Ribu Dosis Vaksin hingga Akhir Tahun
Menurutnya, masa jeda tersebut dapat dimanfaatkan jemaah untuk memulihkan kondisi fisik setelah menjalani puncak ibadah haji.
Selain itu, jemaah juga diperbolehkan melaksanakan umrah sunah maupun memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.
Baca Juga: Pemkot Blitar Alokasikan Anggaran Rp 900 juta Lebih untuk Honor Pendamping Program Karya Mas
“Pada tanggal 13 Zulhijah, semua rangkaian haji sudah selesai. Setelah haji selesai, dari jemaah silakan kalau nanti ada yang melaksanakan umrah sunat, itu tidak apa-apa, karena masih diberikan waktu luang yang cukup panjang di hotel pemondokan Makkah,” ujarnya.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, seluruh jemaah haji Kabupaten Blitar yang tergabung dalam beberapa kelompok terbang (kloter) akan mulai diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah pada 19 Juni.
Baca Juga: Dispendik Kota Blitar Beberkan Perubahan Aturan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, Catat Perubahannya
"Perjalanan darat tersebut diperkirakan berlangsung selama enam hingga delapan jam menggunakan armada bus yang telah disiapkan penyelenggara haji," ungkapnya.
Setibanya di Madinah, para jemaah akan menjalani masa tinggal selama sembilan hari.
Baca Juga: Kota Blitar “Darurat” Orang Gendut, Belasan Ribu Warga Alami Obesitas
"Selama berada di Kota Nabi, jemaah dijadwalkan mengikuti program arbain, yakni melaksanakan salat wajib berjamaah sebanyak 40 waktu secara berturut-turut di Masjid Nabawi," sambungnya.
Selain itu, jemaah juga akan berkesempatan melakukan ziarah ke makam Rasulullah SAW serta sejumlah lokasi bersejarah yang berkaitan dengan perkembangan Islam.
Baca Juga: Dinilai Langgar Etik, Kampus UNU Blitar Resmi Pecat Oknum Dosen Cabul Ini
"Setelah seluruh rangkaian kegiatan di Madinah selesai, jemaah dari kloter 106 dijadwalkan kembali ke Indonesia, kemudian disusul oleh jemaah yang tergabung dalam kloter 107 dan 108," tutupnya.(kho/c1/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda