BLITAR KAWENTAR - Di balik perjalanan wisata yang berjalan lancar, ada sosok yang bekerja memastikan setiap peserta tur merasa nyaman sejak berangkat hingga kembali pulang.
Profesi itu dikenal sebagai tour leader, pekerjaan yang tidak hanya menuntut kemampuan mengatur perjalanan, tetapi juga keterampilan berkomunikasi dan memahami karakter banyak orang.
Baca Juga: Dinilai Rawan Aksi 3C, Polisi Perkuat Pengawasan Objek Wisata di Blitar
Bagi Vebrilia Trisnawati, dunia pariwisata awalnya bukanlah tujuan utama.
Perempuan yang kini berprofesi sebagai tour leader itu justru mulai mengenal pekerjaan tersebut saat masih menempuh pendidikan di jurusan psikologi.
Baca Juga: Alat Bukti Dinilai Janggal, Warga Blitar Berjuang Tempuh Keadilan di Sidang Sengketa KIP
Saat itu, keinginannya sederhana.
Dia ingin mencari pengalaman kerja sekaligus mengasah kemampuan komunikasi dan public speaking.
Namun, seiring berjalannya waktu, pekerjaan yang awalnya sekadar sarana belajar itu berubah menjadi profesi yang dicintainya.
“Awalnya saya tertarik karena ingin mencari pengalaman kerja sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan public speaking,” ujarnya.
Baca Juga: BRI Hadirkan QRIS Cross Border BRImo di China, Wujudkan Pengalaman Transaksi Luar Negeri yang Mudah
Dunia pariwisata memberinya kesempatan untuk bertemu banyak orang dengan latar belakang yang berbeda.
Dari situlah ketertarikannya tumbuh semakin kuat.
Baca Juga: Koperasi Peternak Rakyat di Blitar dan SPPG Sepakat Telur Diserap untuk MBG Seharga Ini
Baginya, setiap perjalanan selalu menghadirkan pengalaman baru yang tidak pernah sama.
Latar belakang pendidikan psikologi ternyata menjadi bekal berharga dalam pekerjaannya.
Menurut Vebri, setiap wisatawan memiliki karakter, kebutuhan, dan cara berkomunikasi yang berbeda.
Kemampuan memahami perilaku manusia membuatnya lebih mudah menjalin hubungan dengan peserta perjalanan.
Baca Juga: IPAL Bermasalah, 23 SPPG di Kabupaten Blitar Dihentikan Sementara Operasionalnya
Tak jarang, dia harus menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan ketenangan dan kemampuan beradaptasi.
Mulai dari perubahan jadwal perjalanan hingga perbedaan pendapat di antara peserta wisata.
Baca Juga: Berkembang Bersama Holding Ultra Mikro BRI Group, Ekonomi Keluarga di Semarang Ini Makin Kuat
“Komunikasi yang terbuka dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar perjalanan tetap berjalan lancar dan peserta tetap merasa nyaman,” tutur warga Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, ini.
Dari sekian banyak perjalanan yang pernah dijalani, pengalaman paling berkesan baginya adalah saat terlibat dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Sumatra Utara–Aceh.
Baca Juga: Rukun Haji Tuntas, Jemaah Haji Blitar Siap Geser Madinah di Tanggal Ini
Dalam kegiatan tersebut, dia melakukan perjalanan ke Medan, Silangit, Aceh, hingga Kabupaten Pidie.
Pengalaman itu menjadi salah satu momen penting dalam kariernya.
Selain menempuh perjalanan yang jauh dari kampung halaman, Vebrilia juga belajar tentang koordinasi lintas sektor, pelayanan peserta dalam jumlah besar, serta pentingnya kemampuan beradaptasi dengan budaya yang berbeda.
Baginya, melihat bagaimana sebuah ajang olahraga berskala nasional melibatkan banyak pihak menjadi pelajaran yang tak terlupakan.
Baca Juga: Kasus PMK di Blitar Melandai, Disnakkan Siapkan Stok 44 Ribu Dosis Vaksin hingga Akhir Tahun
Kesuksesan sebuah kegiatan besar, menurutnya, tidak lepas dari kerja sama dan komunikasi yang baik di antara seluruh pihak yang terlibat.
Jumlah wisatawan yang ditanganinya setiap bulan memang tidak selalu sama.
Baca Juga: Pemkot Blitar Alokasikan Anggaran Rp 900 juta Lebih untuk Honor Pendamping Program Karya Mas
Semua bergantung pada musim liburan dan jadwal perjalanan yang tersedia.
Namun, satu hal yang selalu ia pegang adalah menjaga kualitas pelayanan.
Baca Juga: Dispendik Kota Blitar Beberkan Perubahan Aturan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, Catat Perubahannya
Dia percaya pelayanan yang baik berawal dari kemampuan mendengarkan dan memahami kebutuhan peserta.
Karena itu, dia selalu berusaha memberikan informasi yang jelas, bersikap ramah, serta sigap ketika menghadapi kendala di lapangan.
Baca Juga: Kota Blitar “Darurat” Orang Gendut, Belasan Ribu Warga Alami Obesitas
Dari profesi yang dijalaninya selama ini, Vebrilia mengaku memperoleh banyak pelajaran hidup.
Salah satu yang paling berharga adalah pentingnya membangun komunikasi dan relasi dengan banyak orang.
Baca Juga: Dinilai Langgar Etik, Kampus UNU Blitar Resmi Pecat Oknum Dosen Cabul Ini
Bertemu berbagai karakter dan budaya membuatnya belajar menjadi pribadi yang lebih terbuka, percaya diri, dan mampu beradaptasi dalam berbagai situasi.
Kepada anak muda yang ingin menekuni profesi serupa, dia berpesan agar tidak takut memulai percakapan dengan orang baru.
Menurutnya, banyak peluang hadir dari keberanian untuk berkomunikasi dan membangun jaringan.
“Jangan ragu mencoba pengalaman baru, karena setiap pengalaman akan menjadi bekal berharga untuk pengembangan diri dan karier di masa depan,” pesannya. (*/c1/ady)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda