BLITAR KAWENTAR - Koalisi cabang olahraga (cabor) dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar meminta kepastian terkait pencairan anggaran pembinaan olahraga 2026.
Mereka mendatangi kantor wali Kota Blitar dan DPRD Kota Blitar dan menyatakan unek-unek dan berbagai aspirasi mereka.
Di Kantor Wali Kota Blitar, para pengurus cabor ini menyampaikan aspirasi dan diterima langsung oleh Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin.
Ketua Percasi Kota Blitar M. Trijanto mengatakan, hingga saat ini anggaran hibah olahraga yang telah diusulkan oleh KONI sebesar Rp 2,8 miliar belum juga terealisasi.
Baca Juga: Dinilai Rawan Aksi 3C, Polisi Perkuat Pengawasan Objek Wisata di Blitar
Kondisi tersebut membuat sejumlah cabor harus menjalankan program pembinaan secara mandiri.
“Kami berharap anggaran itu segera dicairkan. Karena selama ini, beberapa kegiatan masih kami jalankan dengan kemampuan masing-masing (pengurus cabor, Red),” ujarnya kepada Koran ini kemarin (8/6).
Baca Juga: Alat Bukti Dinilai Janggal, Warga Blitar Berjuang Tempuh Keadilan di Sidang Sengketa KIP
Menurut Trijanto, keterlambatan pencairan anggaran ini berpotensi memengaruhi program-program pembinaan atlet.
Karena itu, dia berharap adanya kepastian dari pemerintah daerah, khususnya terkait mekanisme penyaluran dana tersebut.
Dia menegaskan ada beberapa alternatif yang berkembang di kalangan cabor.
Salah satunya penyaluran anggaran secara langsung kepada masing-masing cabang olahraga.
Baca Juga: BRI Hadirkan QRIS Cross Border BRImo di China, Wujudkan Pengalaman Transaksi Luar Negeri yang Mudah
Selain itu, dia berharap dinamika yang terjadi di KONI Kota Blitar dapat segera menemukan titik temu sehingga tidak berdampak terhadap pembinaan atlet.
“Yang terpenting pembinaan atlet tetap berjalan dan berkelanjutan. Jangan sampai atlet yang terkena dampak dari kondisi kepengurusan KONI yang sedang ada polemik,” katanya.
Baca Juga: Koperasi Peternak Rakyat di Blitar dan SPPG Sepakat Telur Diserap untuk MBG Seharga Ini
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menjelaskan bahwa telah menerima berbagai masukan dan saran dari para pengurus cabor.
Menurut dia, pemerintah daerah memahami kebutuhan atlet, para pelatih, maupun organisasi olahraga.
“Kami mendengar semua harapan dan masukan dari teman-teman cabor. Pemerintah tentu memiliki kewajiban untuk membina dan memfasilitasi peningkatan prestasi olahraga,” ungkapnya.
Mas Ibin, sapaan karibnya, mengakui bahwa dalam pertemuan tersebut terdapat beberapa usulan terkait mekanisme pendanaan olahraga.
Baca Juga: IPAL Bermasalah, 23 SPPG di Kabupaten Blitar Dihentikan Sementara Operasionalnya
Selain usulan anggaran langsung ke cabor, ada pula masukan agar anggaran keolahragaan ini dikelola melalui program dan kegiatan dinas kepemudaan dan olahraga (dispora) sehingga lebih transparan.
“Ya, ada beberapa usulan mekanisme penyaluran dana olahraga ini, dan semua kita tampung terlebih dahulu,” terangnya.
Baca Juga: Berkembang Bersama Holding Ultra Mikro BRI Group, Ekonomi Keluarga di Semarang Ini Makin Kuat
Seluruh masukan tersebut, jelas Mas Ibin, akan dipelajari dan dikaji lebih lanjut.
Namun yang menjadi perhatian utama pemerintah adalah memastikan pembinaan atlet dan pelatih tetap berjalan dengan baik dan lancar.
Baca Juga: Rukun Haji Tuntas, Jemaah Haji Blitar Siap Geser Madinah di Tanggal Ini
“Yang paling penting bagaimana atlet, pelatih, dan cabor tetap mendapatkan pembinaan. Pemerintah akan mengakomodasi berbagai masukan yang tujuannya untuk mendukung prestasi olahraga Kota Blitar,” pungkasnya. (bud/c1/ady)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda