BLITAR KAWENTAR - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Blitar terpaksa menunda pengadaan buku baru untuk koleksi perpustakaan daerah (perpusda) di tahun ini.
Langkah tersebut diambil menyusul adanya kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan secara nasional.
Baca Juga: Berkembang Bersama Holding Ultra Mikro BRI Group, Ekonomi Keluarga di Semarang Ini Makin Kuat
Kepala Disperpusip Kota Blitar, Juyanto, menjelaskan bahwa saat ini Perpusda Kota Blitar memiliki koleksi sekitar 5.000-an judul buku, mulai dari pengetahuan umum, sejarah, hingga bacaan anak-anak.
Kendati demikian, pembaruan koleksi secara berkala tetap dibutuhkan, salah satunya melalui proses penyiangan atau pengurangan buku lama dan kurang diminati untuk diganti dengan yang baru.
Baca Juga: IPAL Bermasalah, 23 SPPG di Kabupaten Blitar Dihentikan Sementara Operasionalnya
"Tahun ini memang agak kerepotan untuk memasukkan buku-buku baru karena terganjal efisiensi. Dan fenomena ini rata-rata terjadi di banyak daerah. Karena kondisinya sedang efisiensi, kami menyesuaikan. Tahun ini pengadaan buku kami tunda dulu, yang ada kami manfaatkan dulu," ujarnya kepada Koran ini kemarin (8/6).
Kondisi ini berbanding terbalik dengan tahun lalu.
Pada tahun sebelumnya, Disperpusip Kota Blitar masih memiliki ruang anggaran untuk belanja modal buku umum sebesar Rp 64.738.400 yang bersumber dari dana transfer umum-dana alokasi umum (DTU-DAU).
Untuk menyiasati tiadanya anggaran pengadaan di tahun ini, jelas dia, pihak dinas memaksimalkan sumber-sumber alternatif agar koleksi perpustakaan tetap berkembang.
Baca Juga: Koperasi Peternak Rakyat di Blitar dan SPPG Sepakat Telur Diserap untuk MBG Seharga Ini
Salah satunya adalah dengan mengandalkan sistem hibah dari masyarakat dan para penulis.
"Akhirnya untuk pengadaan buku baru ini, kami mengandalkan dari hibah-hibah. Baik dari masyarakat umum maupun dari orang-orang yang suka menulis dan menghasilkan karya buku, lalu dihibahkan ke sini. Itu yang kami harapkan bisa menambah koleksi saat ini," jelasnya.
Baca Juga: Hibah Tak Jelas, Koalisi Cabor Kota Blitar Minta Kejelasan Anggaran ke Pemkot
Juyanto menambahkan, proses penyiangan buku tetap menjadi agenda penting agar kualitas koleksi di perpusda tetap terjaga, meski pelaksanaannya harus menyesuaikan dengan ketersediaan buku-buku baru yang masuk melalui jalur hibah tersebut.
“Harapannya, dengan koleksi buku yang ada dapat terus dimanfaatkan pengunjung, dan aktivitas literasi tetap bergulir,” tandasnya. (mg1/c1/ady)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda