BLITAR KAWENTAR – Musim bediding yang mulai dirasakan masyarakat di wilayah Blitar dan sekitarnya tidak hanya menyebabkan suhu udara terasa lebih dingin.
Kondisi cuaca tersebut juga berpotensi meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), flu, hingga kambuhnya penyakit asma.
Baca Juga: Kasus Lepstospirosis Mengintai Warga Kota Blitar, Dinkes Ungkap Hasil Dua Sampel Tikus
Masyarakat diminta untuk waspada dan menjaga kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati mengatakan, perubahan suhu yang cukup ekstrem antara siang dan malam hari membuat tubuh harus bekerja lebih keras untuk menyesuaikan diri.
Baca Juga: Anggaran Minim karena Efisiensi, Tak Ada Tambahan Buku Baru di Perpusda Kota Blitar
Kondisi tersebut dapat memengaruhi daya tahan tubuh sehingga seseorang lebih rentan terserang penyakit.
Menurutnya, suhu udara yang dingin dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh.
Baca Juga: Hibah Tak Jelas, Koalisi Cabor Kota Blitar Minta Kejelasan Anggaran ke Pemkot
Ketika imunitas melemah, virus maupun bakteri memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan menyebabkan infeksi.
”Cuaca dingin ekstrem pada musim bediding ini secara medis menurunkan sistem kekebalan tubuh kita. Ketika imunitas menurun, hal tersebut otomatis membuat virus dan bakteri menjadi jauh lebih mudah berkembang biak dan menyerang organ tubuh,” ujarnya, kemarin (8/6).
Selain berdampak pada sistem imun, udara dingin juga memicu penyempitan pembuluh darah atau vasokonstriksi.
"Kondisi tersebut dapat memengaruhi kelancaran sirkulasi darah, termasuk distribusi sel-sel kekebalan tubuh yang berperan melawan infeksi," katanya.
Baca Juga: Dinilai Rawan Aksi 3C, Polisi Perkuat Pengawasan Objek Wisata di Blitar
Dinkes Kabupaten Blitar juga menyoroti karakteristik udara saat musim bediding yang cenderung lebih kering dibanding biasanya.
Udara kering dapat menyebabkan lapisan lendir di hidung dan tenggorokan menjadi lebih mudah mengering.
Baca Juga: Alat Bukti Dinilai Janggal, Warga Blitar Berjuang Tempuh Keadilan di Sidang Sengketa KIP
Padahal, lapisan mukosa tersebut berfungsi sebagai pertahanan awal tubuh untuk menyaring debu, kuman, dan berbagai partikel asing yang masuk melalui saluran pernapasan.
”Jika lapisan pelindung tersebut terganggu, risiko infeksi saluran pernapasan menjadi lebih tinggi. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan selama musim bediding berlangsung," paparnya.
Untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima, warga dianjurkan mengenakan pakaian yang cukup hangat, menghindari paparan udara dingin dalam waktu lama, serta memenuhi kebutuhan cairan harian dengan minum air putih yang cukup.
"Masyarakat wajib menjaga pola makan bergizi, istirahat yang cukup, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit yang tidak kunjung membaik," tutupnya.(kho/c1/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda