BLITAR KAWENTAR – Sebanyak 64 personel disiagakan dalam pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 yang berlangsung selama 14 hari.
Sesuai rencana, operasi berlangsung mulai 8 hingga 21 Juni.
Baca Juga: Blitar Masuk Musim Bediding, Dinkes Minta Masyarakat Waspada ISPA Rentang Menyerang
Operasi tersebut difokuskan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Blitar.
Pengendara yang terbukti melanggar ketertiban lalu lintas siap ditindak tegas dengan tilang.
Baca Juga: Cerita Perempuan Muda Warga Blitar Jadi Tour Leader Keliling ke Sejumlah Daerah
Selain pengendara, pembuat pelat nomor juga akan menjadi sasaran razia.
KBO Satlantas Polres Blitar AKP Putut Siswahyudi mengatakan, puluhan personel tersebut akan dibagi ke dalam lima satuan tugas (satgas) yakni satgas deteksi, preemtif, preventif, represif, dan penegakan hukum (gakkum).
Baca Juga: Kasus Lepstospirosis Mengintai Warga Kota Blitar, Dinkes Ungkap Hasil Dua Sampel Tikus
”Kami mempersiapkan dengan sebaik mungkin. Sebanyak 64 personel kami terjunkan dan dibagi dalam lima satgas untuk mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Semeru," ujarnya.
Dia melanjutkan, pola operasi tahun ini berbeda dibandingkan operasi sebelumnya.
Baca Juga: Anggaran Minim karena Efisiensi, Tak Ada Tambahan Buku Baru di Perpusda Kota Blitar
Selain penegakan hukum, pendekatan edukatif dan pencegahan juga diperkuat. Komposisi kegiatan operasi terdiri atas 20 persen preemtif, 30 persen preventif, dan 50 persen penegakan hukum.
Sasaran operasi meliputi orang, kendaraan, barang, maupun lokasi yang berpotensi menimbulkan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
Baca Juga: Hibah Tak Jelas, Koalisi Cabor Kota Blitar Minta Kejelasan Anggaran ke Pemkot
Dengan langkah tersebut, kepolisian berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat.
"Tujuan utamanya menekan angka kecelakaan lalu lintas. Kami ingin masyarakat selalu ingat pentingnya tertib berlalu lintas sehingga saat berkendara bisa lebih patuh terhadap aturan," katanya.
Baca Juga: Hibah Tak Jelas, Koalisi Cabor Kota Blitar Minta Kejelasan Anggaran ke Pemkot
Meski mengedepankan penindakan terhadap pelanggaran, Putut menegaskan Operasi Patuh Semeru tidak dimaksudkan menjadi momok bagi pengguna jalan.
Karena itu, Satlantas Polres Blitar akan menghadirkan pendekatan yang lebih humanis selama pelaksanaan operasi.
Salah satunya dengan menghadirkan maskot berupa badut zebra dan badut polisi lalu lintas yang akan mendampingi petugas saat kegiatan sosialisasi maupun razia.
Hal itu dilakukan agar suasananya lebih humanis dan masyarakat tidak takut saat berhadapan dengan polisi.
Baca Juga: Dinilai Rawan Aksi 3C, Polisi Perkuat Pengawasan Objek Wisata di Blitar
Tidak hanya menyasar pengendara, satlantas juga akan melakukan pendekatan kepada para pembuat pelat nomor kendaraan agar tidak melayani pesanan pelat nomor yang dapat menghilangkan atau menyamarkan identitas kendaraan.
"Kami juga akan menyentuh rekan-rekan yang bekerja membuat pelat nomor agar tidak menerima pesanan yang tujuannya menutupi identitas kendaraan. Karena pelat nomor harus sesuai ketentuan dan mudah dikenali," pungkasnya.(jar/c1/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda