BLITAR KAWENTAR – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mengingatkan para pembudi daya ikan untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim bediding yang mulai terjadi di sejumlah wilayah.
Fenomena yang identik dengan suhu udara dingin pada musim kemarau tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kondisi perairan kolam dan mengancam kesehatan ikan budidaya.
Baca Juga: 9 Pemain Dirumorkan Gabung Persib Bandung Musim 2026/2027, Ada Bintang Irak hingga Gelandang Rp31 Miliar
Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya Disnakkan Kabupaten Blitar, Deki Nusa Asmara mengatakan, musim bediding terjadi ketika suhu udara turun cukup signifikan akibat kondisi langit yang cerah dan tingkat kelembapan yang rendah.
Situasi ini dapat menyebabkan perubahan suhu air kolam secara cepat, terutama pada malam hingga pagi hari.
Menurut Deki, perubahan suhu yang terjadi secara mendadak dapat memberikan tekanan bagi ikan sehingga para pembudi daya perlu melakukan pemantauan kondisi kolam secara berkala.
"Kondisi bediding ini dapat berubah dengan sangat cepat, terutama pada malam hingga pagi hari. Oleh karena itu, kami meminta para pembudi daya untuk selalu waspada dan melakukan pemantauan kondisi kolam secara rutin guna melindungi kesehatan ikan dan menjaga keberhasilan budi daya," ujarnya.
Baca Juga: Operasi Patuh Semeru 2026 Dimulai, Pembuat Pelat Nomor Kendaraan Ikut Jadi Sasaran Razia
Dia menjelaskan, suhu air yang terlalu rendah dapat menurunkan daya tahan tubuh ikan, memperlambat pertumbuhan, serta meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit.
"Apabila tidak segera diantisipasi, kondisi tersebut dapat memicu tingkat stres yang tinggi pada ikan hingga menyebabkan kematian dalam jumlah besar," sambungnya.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, disnakkan mengimbau pembudi daya menerapkan sejumlah langkah antisipasi.
"Di antaranya mengatur waktu pemberian pakan saat suhu mulai menghangat, baik pada pagi menjelang siang maupun sore hari," jelasnya.
Baca Juga: Adam Alis Ungguli Cristiano Ronaldo di Voting AFC Champions League 2, Bobotoh Bikin Asia Geger
Selain itu, pembudi daya juga diminta menjaga kedalaman air kolam agar perubahan suhu tidak berlangsung terlalu ekstrem.
"Pemantauan kadar oksigen terlarut perlu dilakukan secara rutin, serta segera berkoordinasi dengan petugas apabila ditemukan gejala penyakit pada ikan," tutupnya.(kho/c1/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda