Blitar - Rencana ekspansi pembangunan Farm 3 PT Greenfields Indonesia di Kabupaten Blitar memicu dinamika menarik. Meski langkah investasi raksasa industri susu tersebut sempat dipertanyakan oleh organisasi kemasyarakatan (ormas), arus dukungan riil justru mengalir deras dari warga yang berada di ring 1 sekitar lokasi rencana proyek.
Kontras tersebut mencuat di tengah rapat dengar pendapat (hearing) klarifikasi perizinan yang digelar DPRD Kabupaten Blitar, Selasa (9/6). Forum yang mempertemukan pihak manajemen, legislatif, dan dinas teknis tersebut meluruskan simpang siur informasi yang sempat bergulir di ranah publik.
Dukungan mutlak bagi investasi ini salah satunya disuarakan oleh Negro Heriono, warga Dusun Sumberduren, Desa Ngadirengo, Kecamatan Wlingi. Bagi warga lokal, kehadiran Farm 3 merupakan angin segar yang dinanti untuk mendongkrak perekonomian bawah, terutama sektor infrastruktur dan serapan tenaga kerja.
"Seratus persen masyarakat Sumberduren mendukung penuh keberadaan Farm 3 Greenfields. Jalan-jalan di sana masih rusak, kalau ada investor kami yakin itu akan dibenahi, begitu juga dengan lapangan pekerjaan," ujar Negro.
Dia bahkan menantang pihak-pihak luar yang meragukan klaim dukungan tersebut untuk melakukan pembuktian secara terbuka. Menurutnya, semua warga mendukung keberadaan Greenfields ini karena akan membuka lapangan pekerjaan.
Dukungan publik ini selaras dengan pandangan legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Blitar, Anik Wahjuningsih, menilai keberadaan industri skala besar ini membawa dampak multiplikasi (multiplier effect) yang positif, terutama bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, dia memberi catatan agar asas kemanfaatan lokal bisa lebih dimaksimalkan.
Politisi perempuan ini juga meluruskan bahwa hearing di gedung dewan tersebut merupakan inisiasi dari pihak eksternal, bukan keluhan langsung dari basis warga lokal. Surat permohonan diketahui masuk atas nama Ormas Gerakan Anak Nasional (GANAS).
"Saya tidak tahu ya apakah mereka menerima aduan dari masyarakat atau tidak. Tapi kami berpikir positif saja, saya yakin niat mereka juga peduli Kabupaten Blitar," ungkapnya.
Di sisi lain, manajemen PT Greenfields Indonesia bergerak cepat meredam riuh tuntutan. Mewakili jajaran direksi, Heru Prabowo menegaskan bahwa aktivitas di lokasi Farm 3 saat ini murni masih berada dalam ranah prosedural dan administratif, belum menyentuh tahap konstruksi fisik maupun operasional.
"Tentu yng perlu kami garis bawahi adalah, hingga saat ini pembangunan fisik Farm 3 belum dimulai. Kami belum melakukan pembangunan fisik sama sekali di Farm 3, sehingga belum ada kegiatan operasional apa pun di sana," tegas Heru Prabowo.
Saat ini, korporasi tengah intens menempuh jalur administrasi, termasuk persiapan dokumen lingkungan seperti kajian rona awal dan konsultasi publik. Menjawab kekhawatiran aspek lingkungan yang digelorakan ormas, Heru menjamin komitmen penuh perusahaan pada prinsip keberlanjutan dan keterbukaan.
"Kami mengedepankan perlindungan lingkungan seperti yang menjadi perhatian (concern) dari teman-teman ormas, serta terus membuka ruang dialog yang konstruktif. Kami percaya setiap pengembangan harus dilakukan secara bertanggung jawab dan transparan," pungkasnya.(jar
Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana