BLITAR KAWENTAR – Joko Purnomo, warga Dusun Balong, Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon, hanya bisa pasrah melihat rumahnya ludes terbakar pada Selasa (9/6) dini hari.
Kebakaran terjadi saat penghuni rumah terlelap tidur.
Baca Juga: Kasus Korupsi BPR Kota Blitar Segera Disidangkan, Pemkot Siap Menjadi Saksinya
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Penghuni berhasil menyelamatkan diri setelah dibangunkan oleh warga.
Baca Juga: Diduga Nunggak Bayar hingga Tiga Bulan, Jaringan Listrik Kantor KONI Kota Blitar Diputus PLN
Meski demikian, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 100 juta.
Informasi yang dihimpun, penyebab kebakaran diduga karena kelalaian penghuni rumah tidak mematikan kompor saat memasak air.
Baca Juga: Pembangunan Farm 3 Greenfields di Blitar Tuai Kontroversi, Warga Sekitar Beri Dukungan Penuh
Namun, penyebab pastinya masih menunggu penyelidikan dari pihak berwenang.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Blitar, Teddy Prasojo menjelaskan, laporan kebakaran diterima petugas sekitar tengah malam.
Setelah menerima informasi, tim pemadam segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan bersama unsur terkait dan warga setempat.
Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 00.15 WIB.
”Saat itu, tetangga korban bernama Putriani mendengar keramaian di sekitar rumahnya. Ketika keluar untuk mengecek, dia melihat kobaran api muncul dari bagian belakang rumah milik Joko Purnomo," katanya.
Melihat kejadian tersebut, warga langsung berupaya membangunkan penghuni rumah dan melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu petugas datang.
"Saat kejadian, istri pemilik rumah, Ayu Sulitianingrum, bersama kedua anaknya sudah berusaha menyelamatkan diri dan mencari bantuan. Namun, kondisi rumah yang gelap akibat listrik padam sempat menyulitkan proses evakuasi," paparnya.
Warga juga berupaya menyelamatkan sejumlah barang yang masih bisa dikeluarkan dari dalam rumah.
Tak lama kemudian, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan melakukan pemadaman bersama anggota Polsek Sanankulon, Koramil Sanankulon, perangkat desa, serta masyarakat sekitar.
Akibat kebakaran tersebut, kamar belakang dan kamar tengah mengalami kerusakan hingga sekitar 80 persen.
Sementara ruang depan rumah terbakar sekitar 75 persen.
”Sejumlah perabot rumah tangga seperti meja, kursi, almari, kasur, serta berbagai barang berharga turut hangus dilalap api," tuturnya.
Selain itu, beberapa dokumen penting milik korban juga tidak dapat diselamatkan.
Di antaranya, ijazah dan sertifikat yang tersimpan di dalam rumah.
Menurut informasi yang dihimpun dari keluarga korban, sebelum kejadian, mertua korban sempat memasak air menggunakan teko listrik dan diduga lupa dimatikan.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.
Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp 100 juta,” ujarnya.(kho/c1/sub)
Editor : Riftanta Yuna Fellanda