BLITAR KAWENTAR - Kabar duka datang dari tanah suci Makkah. Seorang jemaah haji asal Kota Blitar, Muhammad Ilyas, 66, dilaporkan meninggal dunia akibat serangan jantung pada Senin (8/6) pukul 13.45 waktu Arab Saudi.
Warga Jalan Beringin, Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo itu mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit setempat tepat setelah merampungkan seluruh rangkaian ibadah haji.
Informasi duka tersebut dikonfirmasi oleh Pembimbing Ibadah Kloter 106 Kota Blitar, Habib Mustofa. Dia menjelaskan bahwa almarhum melaksanakan rukun Islam kelima tersebut tidak sendirian, melainkan bersama satu keluarga utuh yang terdiri dari empat orang.
"Beliau menjalankan haji sama istri, anak, dan menantu. Satu keluarga empat orang," terangnya.
Habib menceritakan, kebersamaan keluarga tersebut terlihat hingga detik-detik terakhir penanganan medis almarhum. Kronologi kejadian bermula pada pagi hari sebelum meninggal dunia.
Almarhum mengeluhkan dadanya agak sesak akibat bawaan penyakit jantungnya yang kambuh, hingga membuat napasnya tampak sangat berat.
Mengetahui hal itu, pihak keluarga langsung membawa almarhum ke klinik kesehatan kloter yang berada di hotel pemondokan. Tim medis langsung memberikan tindakan darurat berupa pemberian cairan infus dan pasokan oksigen.
Langkah medis itu sempat membuat kondisi almarhum lumayan membaik. Indikatornya, saturasi oksigen sempat meningkat ke angka 88-90 persen.
Namun, saat petugas mencoba melepas alat bantu tersebut, saturasi kembali menurun drastis. Dengan didampingi keluarganya, Muhammad Ilyas kemudian dirujuk menggunakan ambulans menuju rumah sakit.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit, kondisi almarhum mendadak tidak stabil hingga terjadi permasalahan di jantung. Tim medis sempat melakukan tindakan pompa jantung di dalam armada darurat tersebut.
"Beliau sempat mengalami henti jantung di ambulans. Henti jantung sebentar, kemudian dipompa dokter sebentar, lalu henti jantung lagi. Beliau meninggalnya di rumah sakit, dan hasil diagnosis dokter memang karena jantung atau bahasa medisnya henti jantung,” urainya.
Jika merujuk pada data kartu jemaah, Muhammad Ilyas sebenarnya masuk dalam kategori jemaah risiko tinggi (risti) kelas sedang. Almarhum tercatat memiliki riwayat penyakit bawaan jantung yang jamak memicu sesak napas akut apabila sedang kambuh.
Meskipun diselimuti duka mendalam, pihak istri, anak, dan menantu almarhum mengaku ikhlas. Pihak keluarga mendampingi seluruh prosesi kedaruratan hingga almarhum dinyatakan wafat dalam kondisi telah menyelesaikan seluruh rukun dan wajib haji secara sempurna.
Saat ini, proses pemakaman almarhum Muhammad Ilyas telah selesai dilakukan di tanah suci Makkah, disaksikan langsung oleh pihak keluarga yang berada di sana.
”Dengan wafatnya almarhum, jumlah total jemaah haji asal Kota Blitar yang saat ini masih berada di Arab Saudi tercatat 161 orang,” tandasnya.(mg1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah