Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16. 250 per Liter, Pengemudi Ojol di Blitar Khawatir Terjadi Kelangkaan Pertalite

Fajar Rahmad Ali Wardana • Kamis, 11 Juni 2026 | 10:31 WIB
Driver Ojol Khawatir Kelangkaan Pertalite (Gemini AI)
Driver Ojol Khawatir Kelangkaan Pertalite (Gemini AI)

BLITAR KAWENTAR - Efek domino penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai memicu keluhan di tingkat bawah.

Sektor transportasi informal seperti pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Blitar Raya menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terdampak.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Pengendara di Blitar Berbondong-bondong Borong Pertalite

Hal itu paling dirasakan di tengah ketidakpastian pendapatan harian dan bayang-bayang inflasi. 

Bahkan, kondisi ini diperparah dengan masih terjadinya kelangkaan pasokan BBM bersubsidi jenis Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Blitar.

Baca Juga: Kabar Gembira, Pemkot Blitar Siap Cairkan Gaji ke-13 di Tanggal Ini

“Kadang ada SPBU di Blitar yang  Pertalite-nya kosong karena masih menunggu pasokan pengisian. Maka dari itu, saya terpaksa harus memakai Pertamax,” keluh salah satu pengemudi ojol asal Desa Tumpang, Kecamatan Talun, Saiful Arifin.

Dia mengaku penyesuaian harga ini langsung mempertebal beban operasional yang harus dipikulnya setiap hari.

Baca Juga: Harga Suzuki Ertiga GX 2014 Manual Cuma Rp110 Juta, Warna Merah Cetar dan Kondisi Mulus Bikin Pemburu Mobil Bekas Kepincut

Meskipun dia jarang sekali menggunakan Pertamax, kondisi di lapangan sering kali memaksanya dan teman ojol lain untuk membeli Pertamax.

Kejadian kosongnya stok Pertalite di beberapa SPBU wilayah Blitar menjadi jebakan tersendiri.

Baca Juga: Harga Suzuki Ertiga GX 2014 Bekas Masih Diburu, Unit KM 80 Ribu Dijual Rp120 Juta, Hasil Inspeksi Bikin Calon Pembeli Tergoda

Saat indikator bahan bakar motornya sudah menipis dan antrean Pertalite habis, tidak ada pilihan lain selain merogoh kocek lebih dalam untuk mengisi tangki dengan Pertamax agar bisa tetap menarik penumpang.

"Pendapatan saat ini sangat tidak menentu. Di saat seperti ini, kadang kehabisan Pertalite di SPBU Blitar membuat saya terpaksa beli Pertamax. Hal itu yang kami khawatirkan, dan jelas kami merasa keberatan," ungkapnya.

Baca Juga: Suzuki Ertiga Bekas 2026 Kembali Kinclong seperti Baru, Mobil Keluarga yang Sempat Kumuh Ini Berubah Total Usai Full Detailing

Beban psikologis dan finansial para pengemudi ojol kian berlipat seiring fluktuasi makroekonomi nasional. 

Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS belakangan ini dinilai mulai merembes ke sektor domestik melalui kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok di pasar lokal.

Baca Juga: Harga Suzuki Ertiga GX 2014 Bekas Masih Diburu, Unit KM 80 Ribu Dijual Rp120 Juta, Hasil Inspeksi Bikin Calon Pembeli Tergoda

Menyikapi situasi yang kian menjepit masyarakat kecil, Saiful berharap pemerintah pusat maupun daerah menaruh perhatian lebih pada stabilitas pasokan BBM subsidi di daerah. 

Kebijakan yang diambil diharapkan tidak melulu menekan ruang gerak sektor informal yang menjadi bantalan ekonomi masyarakat bawah.

Baca Juga: Harga Honda Jazz Bekas 2026 Mulai Rp67 Juta hingga Rp214 Juta, Dari GD3 sampai GK5 Facelift Masih Jadi Buruan Anak Muda

"Harapan saya, pemerintah bisa lebih memberikan keringanan atau kepastian harga BBM bagi kalangan menengah ke bawah seperti kami para ojol. Biaya operasional naik di saat pendapatan tidak menentu ini sangat membebani keluarga," pungkasnya.(jar/c1/ady)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#Dampak Harga Pertamax #Keluhan Ojek Online #Pertalite Langka Blitar #Beban Operasional Ojol #BBM Subsidi Blitar