Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dana dari Pusat Tak Cair, Sejumlah Dapur MBG di Kota Blitar Mandek Beroperasi

Riftanta Yuna Fellanda • Kamis, 11 Juni 2026 | 12:30 WIB
Dana BGN Macet, 8 SPPG Tak Beroperasi
15 Ribu Siswa Kota Ngaplo
Korwil Tetap Lakukan Kontrol
Dana BGN Macet, 8 SPPG Tak Beroperasi 15 Ribu Siswa Kota Ngaplo Korwil Tetap Lakukan Kontrol

BLITAR KAWENTAR - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Blitar tengah menghadapi tantangan di tingkat hulu.

Ini terjadi akibat adanya keterlambatan anggaran rutin dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16. 250 per Liter, Pengemudi Ojol di Blitar Khawatir Terjadi Kelangkaan Pertalite

Dampaknya, delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa menghentikan operasional mereka untuk sementara waktu.

Hal ini berimbas pada 15 ribu hingga 16 ribu siswa yang menjadi sasaran utama dalam sepekan terakhir "ngaplo" alias tidak mendapatkan pasokan MBG.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Pengendara di Blitar Berbondong-bondong Borong Pertalite

Kondisi penundaan aktivitas produksi pada delapan titik dapur tersebut dibenarkan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kota Blitar, Titik Nur Azizah. 

Menurut dia, jeda operasional ini diambil secara mandiri oleh para pengelola unit lantaran dana operasional berkala belum ditransfer ke rekening virtual account (VA) masing-masing.

Baca Juga: Kabar Gembira, Pemkot Blitar Siap Cairkan Gaji ke-13 di Tanggal Ini

“Pekan lalu ada delapan SPPG yang belum menerima transfer dana atau top up dari BGN, jadi sementara berhenti menyediakan MBG,” ujarnya kepada Koran ini kemarin.

Titik menyebut kebijakan untuk menonaktifkan aktivitas dapur ini terpaksa ditempuh demi menjaga stabilitas dan kesehatan sirkulasi keuangan internal di tiap SPPG.

Baca Juga: Harga Suzuki Ertiga GX 2014 Manual Cuma Rp110 Juta, Warna Merah Cetar dan Kondisi Mulus Bikin Pemburu Mobil Bekas Kepincut

Berdasarkan kalkulasi teknis, satu unit dapur produksi rata-rata memikul tanggung jawab besar untuk menyuplai hingga 2 ribu porsi MBG per hari.

Ketika sisa saldo di dalam rekening operasional menyusut dan diproyeksikan tidak lagi memadai untuk membiayai modal belanja bahan baku dua hari ke depan, para pengelola memilih bersikap realistis dengan menghentikan produksi sementara waktu guna mengantisipasi pembengkakan beban biaya operasional di luar kapasitas internal.

Baca Juga: Harga Suzuki Ertiga GX 2014 Bekas Masih Diburu, Unit KM 80 Ribu Dijual Rp120 Juta, Hasil Inspeksi Bikin Calon Pembeli Tergoda

Padahal, jelas dia, jika mengacu pada mekanisme tata kelola keuangan yang berlaku baku, pengisian ulang anggaran sebetulnya berjalan secara otomatis dari sistem pusat. 

Proses top up dana berkala tersebut idealnya bergulir setiap pekan, mulai Rabu hingga Jumat, tepat setelah sisa saldo di rekening milik SPPG terdeteksi menyusut di bawah ambang batas minimal Rp 150 juta.

Baca Juga: Suzuki Ertiga Bekas 2026 Kembali Kinclong seperti Baru, Mobil Keluarga yang Sempat Kumuh Ini Berubah Total Usai Full Detailing

Tersendatnya kucuran anggaran operasional pada pekan lalu tersebut ditengarai terjadi karena adanya langkah pembaruan serta sinkronisasi basis data birokrasi di tingkat pusat. 

Guna memenuhi aspek keabsahan dan akuntabilitas administrasi, pihak BGN pusat mewajibkan delapan pengelola unit SPPG tersebut untuk mengisi dokumen verifikasi digital ulang terlebih dahulu.

Baca Juga: Harga Suzuki Ertiga Bekas 2026 Bikin Kaget, Unit GL Matic 2021 Kilometer 33 Ribu Dibanderol Rp190 Juta, Kondisinya Masih Seperti Baru

“Mereka sudah diminta BGN untuk mengisi Google Form. Mungkin semacam verifikasi ulang,” terangnya.

Kendati distribusi makanan sempat mengalami masa jeda selama sepekan, Titik memastikan bahwa kendala penyelarasan dokumen administrasi tersebut segera rampung dalam waktu dekat.

Baca Juga: Harga Suzuki Ertiga Bekas 2026 Mulai Rp98 Juta hingga Rp218 Juta, Cek Daftar Lengkap Ertiga GX, GL, dan SS Tahun 2013-2023

BGN pusat mengonfirmsi bahwa proses pencairan saldo akun virtual untuk delapan SPPG di Kota Blitar dijadwalkan tuntas pada pekan ini. 

Dengan begitu, rantai distribusi layanan makanan bagi para pelajar ditargetkan bisa berjalan normal.

Baca Juga: Honda Jazz RS Bekas 2026 Masih Jadi Buruan, Unit Matic 2013 Kilometer 108 Ribu Dijual Rp140 Juta, Kondisinya Bikin Penasaran

Di luar dinamika tersendatnya anggaran operasional, Korwil BGN Kota Blitar secara paralel terus melakukan pengawasan ketat terhadap pemenuhan kelaikan teknis seluruh mitra dapur di lapangan. 

Hingga saat ini, tercatat sudah ada 34 unit SPPG di Kota Blitar yang mengantongi surat keputusan (SK) resmi, dengan 30 unit di antaranya telah aktif berproduksi.

Baca Juga: Harga Honda Jazz Bekas 2026 Masih Stabil, Unit RS CVT 2017 Kilometer 50 Ribu Dibanderol Rp215 Jutaan, Kondisinya Bikin Tergoda

Namun, dari puluhan unit yang sudah sempat berjalan tersebut, pusat terpaksa membekukan sementara (suspend) status operasional dua unit SPPG karena kedapatan belum memenuhi regulasi lingkungan serta legalitas internal.

“Rinciannya, satu SPPG belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan satu SPPG menghadapi konflik kepemilikan,” pungkasnya. (mg1/c1/ady)

Editor : Riftanta Yuna Fellanda
#Anggaran BGN Terlambat #SPPG Kota Blitar #Distribusi MBG Berhenti #Verifikasi Digital BGN #program Makan Bergizi Gratis